ASN Setda Trenggalek Peringati Harkitnas ke-118, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
| Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema menjaga tunas bangsa demi kedaulatan bangsa, sebagaimana disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital. |
Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema menjaga tunas bangsa demi kedaulatan bangsa, sebagaimana disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital. Tema tersebut dinilai sejalan dengan filosofi identitas peringatan Harkitnas 2026 yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan generasi muda sebagai penerus bangsa.
Dalam amanat yang disampaikan, ditegaskan bahwa kemandirian merupakan syarat utama bagi negara yang berdaulat. Kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh kemampuan rakyat untuk bersatu dalam satu visi besar.
“Semangat tahun 1908 menjadi tonggak kebangkitan kesadaran berbangsa melalui perjuangan intelektual dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan,” demikian disampaikan dalam peringatan tersebut.
Sejarah mencatat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 menjadi awal bangkitnya kesadaran nasional kaum terpelajar pribumi. Perjuangan yang sebelumnya bersifat fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan diplomasi dan pemikiran demi mewujudkan bangsa yang berdaulat dan bermartabat.
Secara filosofis, Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai proses dinamis yang terus menyesuaikan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Tantangan saat ini pun dinilai telah bergeser, dari persoalan kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.
Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, telah berjalan di berbagai sekolah untuk membangun fondasi kesehatan generasi masa depan. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, disertai peningkatan kualitas guru dan penyediaan beasiswa guna mengurangi ketimpangan sumber daya manusia.
Di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan program Cek Kesehatan Gratis untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat. Selain itu, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.
Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, hingga layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya sehingga desa menjadi lebih mandiri.
Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap perlindungan anak di ruang digital melalui pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.
Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah nyata negara dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembang anak.
“Tantangan bangsa saat ini lebih besar dan lebih kompleks. Untuk itu diperlukan kehati-hatian dalam menyusun regulasi yang tepat guna melindungi bangsa ini,” pungkasnya.
Kontributor : Rina
Editor : Tim Berita Jurnalistik


