width=

Ritual Siraman Sedudo Terdokumentasi Media Belanda 1939

Ritual Siraman Sedudo di Air Terjun Sedudo prosesi adat yang sakral pernah terdokumentasi dalam media Belanda pada 8 Maret 1939.(Foto Istimewa)
NGANJUK, BERITA JURNAL – Ritual Siraman Sedudo di Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, tidak hanya menghadirkan prosesi adat yang sakral. Tradisi tahunan tersebut juga menghidupkan kembali cerita tutur yang berkembang di masyarakat mengenai asal-usul Air Terjun Sedudo.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, tradisi Siraman Sedudo telah dikenal masyarakat Anjuk Ladang sejak zaman dahulu. Bahkan, ritual tersebut telah terdokumentasi dalam media Belanda pada 8 Maret 1939.

"Ritual ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Nganjuk," ujar Marhaen saat menghadiri prosesi Siraman Sedudo, Senin (29/6/2026).

Marhaen menjelaskan, terdapat cerita tutur yang mengaitkan kawasan Sedudo dan Desa Ngliman dengan perjalanan Mahapatih Gajah Mada setelah masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Menurutnya, nama Ngliman diyakini berasal dari kata liman yang berarti gajah. Cerita yang berkembang di masyarakat menyebut Gajah Mada pernah singgah di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk, mulai dari Petilasan Lambangkuning di Kertosono, Sukoliman di Tritik, Kecamatan Rejoso, hingga Desa Ngliman di Kecamatan Sawahan.

"Di masyarakat berkembang cerita bahwa liman berarti gajah sehingga dikaitkan dengan perjalanan Mahapatih Gajah Mada. Ada pula penafsiran asal-usul nama Sedudo yang dihubungkan dengan seorang duda, yakni Gajah Mada, yang menjalani laku spiritual di air terjun ini," jelasnya.

Meski demikian, Marhaen menegaskan berbagai cerita tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat. Sementara makna utama Ritual Siraman Sedudo tetap sebagai simbol penyucian diri serta ungkapan syukur dan doa memohon keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan beragam cerita sejarah maupun legenda yang berkembang di sekitar Air Terjun Sedudo menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.

"Hal itu memperkuat identitas Sedudo sebagai destinasi wisata budaya dan religi di Kabupaten Nganjuk," pungkasnya.

Kontributor : Kang Liem
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=