width=

Hilal Tidak Terlihat di Bukit Banjarsari Wonotirto, Ketinggian dan Elongasi Tak Penuhi Kriteria Rukyat

Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Pos Observasi Bulan Bukit Banjarsari, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (19/3/2026), tidak berhasil melihat hilal.
BLITAR, BERITA JURNAL — Rukyatul hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Pos Observasi Bulan Bukit Banjarsari, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (19/3/2026), tidak berhasil melihat hilal.

Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Blitar, Syaifudin Ali, menjelaskan pelaksanaan rukyat dilakukan pada waktu kritis saat matahari terbenam, yakni mulai pukul 17.45 hingga 17.52 WIB atau sekitar tujuh menit.

“Rukyatul hilal dilaksanakan mulai 17.45 sampai 17.52, jadi durasinya sekitar tujuh menit. Kondisi ufuk sebenarnya bagus, matahari terbenam terlihat jelas,” ujarnya.

Namun, secara astronomis, posisi hilal tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat. Syaifudin menyebut ketinggian hilal kurang dari dua derajat, serta elongasi juga berada di bawah enam derajat.

“Pada saat matahari terbenam, posisi berada di 0 derajat barat atau sekitar 270 derajat. Tetapi ketinggian hilal tidak sampai dua derajat dan elongasi kurang dari enam derajat, sehingga tidak memenuhi kriteria dan mustahil untuk dirukyat,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, hasil rukyatul hilal di Bukit Banjarsari dipastikan nihil atau hilal tidak terlihat.

Sementara itu, Bupati Blitar, Rijanto, mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.

“Penentuan 1 Syawal kita menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah. Masyarakat diharapkan tetap bersabar dan mengikuti keputusan resmi,” kata Bupati.

Hasil rukyatul hilal dari Kabupaten Blitar ini selanjutnya dilaporkan sebagai bagian dari pertimbangan nasional dalam penetapan awal Hari Raya Idulfitri.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Previous Post
  width=