Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Lewat Tradisi Sedekah Bumi di Hutan
| Tradisi Sedekah Bumi merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan. |
Kegiatan yang digelar di kawasan hutan Petak 163F/D RPH Kaligede, BKPH Bate ini menjadi wujud sinergi Perhutani bersama masyarakat dalam melestarikan budaya sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan.
Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan Perhutani.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bate, Didi Triarsa, mengatakan kehadiran Perhutani merupakan bentuk komitmen mendukung pelestarian budaya lokal yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian kawasan hutan.
"Sedekah Bumi adalah warisan budaya yang sarat nilai luhur. Perhutani mendukung tradisi ini sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama dalam menjaga hutan agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani juga memperkuat komunikasi dengan masyarakat desa hutan untuk meningkatkan partisipasi dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta mencegah gangguan keamanan hutan (Gukamhut).
Kepala Desa Wonocolo, Sarimanto, mengapresiasi kehadiran Perhutani yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan masyarakat.
"Kami berterima kasih atas dukungan Perhutani. Sinergi ini tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan," katanya.
Partisipasi dalam tradisi Sedekah Bumi ini menegaskan komitmen Perhutani KPH Jatirogo untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, melestarikan kearifan lokal, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor : Tim Berita Jurnal


