Panen Raya Bawang Merah Margomulyo, Luas Tanam Berkembang Lima Kali Lipat
| Panen raya tersebut menjadi bukti keberhasilan pengembangan komoditas bawang merah yang terus menunjukkan tren positif. |
Hal itu ditandai dengan panen raya bawang merah yang dihadiri Bupati Blitar, Rijanto, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, di Dusun Rampalombo, Rabu (17/6/2026).
Panen raya tersebut menjadi bukti keberhasilan pengembangan komoditas bawang merah yang terus menunjukkan tren positif dari semula hanya sekitar 4 hektare berkembang hingga mencapai sekitar 20 hektare.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan, perkembangan budidaya bawang merah di Margomulyo merupakan hasil kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diawali dengan bantuan benih untuk lahan seluas sekitar 4 hektare.
“Berkat kerja keras petani dan pendampingan dari PPL, sekarang luas tanam bawang merah di Margomulyo sudah mencapai sekitar 20 hektare,” ujar Rijanto.
Ia menilai bawang merah memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan di wilayah Blitar Selatan. Selain produktivitas yang terus meningkat, harga jual saat ini juga dinilai cukup menguntungkan bagi petani.
Rijanto mengaku senang melihat kualitas hasil panen yang baik dengan harga yang relatif stabil. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi.
“Petaninya semangat, PPL-nya semangat, pemerintah daerah dan dinas pertanian juga ikut semangat melihat hasil seperti ini. Semoga kondisi yang baik ini terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan peluang pasar yang menjanjikan.
Berdasarkan data DKPP Kabupaten Blitar, pada 2025 luas tanam bawang merah mencapai 226 hektare dengan luas panen 223 hektare dan produksi sebesar 32.359 kuintal.
Sedangkan pada periode Januari hingga Mei 2026, luas tanam tercatat 81 hektare, luas panen 78 hektare, dan produksi mencapai 9.517 kuintal.
Menurut Setiyana, DKPP terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyediaan benih, peningkatan kapasitas budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas.
“Kami berharap keberhasilan petani Margomulyo dapat menjadi pemicu berkembangnya budidaya bawang merah di wilayah lain. Potensinya masih sangat besar dan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Blitar,” ujarnya.
Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dalam beberapa pekan terakhir, Rijanto menilai harga bawang merah masih berada pada tingkat yang wajar. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
“Yang penting harga tetap stabil, bibit mudah diperoleh, hasil panen bisa dijual dengan harga yang baik, dan harga pupuk tidak terlalu tinggi. Dengan begitu petani bisa terus berproduksi dan memperoleh keuntungan yang layak,” pungkasnya.
Keberhasilan panen raya di Margomulyo semakin memperkuat posisi bawang merah sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan di Blitar Selatan.
Selain meningkatkan pendapatan petani, pengembangan komoditas ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


