Cegah Stunting, Pemkab Madiun Salurkan 150 Paket Ikan di Desa Balerejo
| Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengatakan penurunan angka stunting tersebut menunjukkan program yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat. |
Program tersebut sejalan dengan program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Berdasarkan data tahun 2026, angka stunting di Kecamatan Kebonsari berhasil ditekan hingga 2,95 persen. Meski demikian, Pemkab Madiun terus mengintensifkan intervensi gizi, terutama di Desa Balerejo yang masih memiliki tujuh anak dalam perhatian khusus.
Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengatakan penurunan angka stunting tersebut menunjukkan program yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat.
"Namun tugas kita belum selesai. Melalui pembagian paket ikan segar ini, kami ingin memastikan anak-anak yang masih menjadi fokus penanganan mendapatkan asupan protein terbaik secara berkelanjutan," ujarnya.
Kabupaten Madiun sendiri memiliki potensi besar di sektor perikanan darat dengan produksi ikan air tawar mencapai 510.100 kilogram per tahun. Potensi tersebut dinilai mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara mandiri.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengungkapkan konsumsi ikan masyarakat masih perlu ditingkatkan.
"Angka konsumsi ikan masyarakat baru mencapai 14,71 kilogram per kapita per tahun. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi agar budaya makan ikan semakin meningkat," katanya.
Melalui kampanye Gemarikan, Pemkab Madiun berharap potensi produksi perikanan lokal dapat terserap lebih optimal dan mendorong masyarakat membiasakan konsumsi ikan demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


