PKDI Kalah Telak 5-3, Sparta Pena FC Berpeluang Masuk 5 Besar Kapolres Madiun Cup 2026
| Hingga pertandingan usai Sparta Pena FC tetap mampu menjaga ritme permainan dan menambah gol untuk memastikan kemenangan dengan skor akhir 5-3. |
Tim yang diperkuat para jurnalis senior tersebut tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Serangan demi serangan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil melalui gol pembuka yang dicetak striker Gatot Setiaki (RRI).
Kepercayaan diri para pemain Sparta Pena FC semakin meningkat setelah berhasil menambah keunggulan. Tim besutan Coach Wiwit itu menutup babak pertama dengan keunggulan 4-1 atas PKDI Kabupaten Madiun.
Namun, menjelang turun minum, jumlah pemain Sparta Pena FC berkurang satu setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Kondisi tersebut memaksa tim melakukan penyesuaian strategi untuk menjaga keunggulan.
Pada babak kedua, PKDI yang unggul jumlah pemain berusaha bangkit dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan. Beberapa peluang berhasil dikonversi menjadi gol sehingga memperkecil ketertinggalan.
Meski demikian hingga pertandingan usai Sparta Pena FC tetap mampu menjaga ritme permainan dan menambah gol untuk memastikan kemenangan dengan skor akhir 5-3.
Manajer Sparta Pena FC, Wiwit Eko Prasetyo, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang dinilai tampil disiplin dan solid sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah hari ini teman-teman bermain kompak. Semua pemain mampu menjalankan perannya masing-masing di lapangan sehingga pertandingan bisa berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Menurut Wiwit, kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Sparta Pena FC untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Ia menegaskan timnya tidak hanya berambisi lolos dari fase grup, tetapi juga memburu gelar juara.
“Target kami tentu menjadi juara di Kapolres Cup tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kapten Sparta Pena FC, Burmanto, mengatakan kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan meraih kemenangan meski tanpa persiapan khusus.
“Kami tidak ada persiapan khusus, baik fisik maupun teknik. Yang terpenting komunikasi tetap berjalan dan Alhamdulillah semua pemain bisa kompak,” katanya.
Di tempat yang sama, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menegaskan bahwa Kapolres Cup yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarinstansi dan elemen masyarakat.
“Turnamen ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas serta bersama-sama mendukung Polri agar di usia ke-80 semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutup AKBP Kemas Indra Natanegara.
Kontributor : Kang Liem
Editor : Tim Berita Jurnal


