width=

Bupati Madiun Jemput Dukungan Pusat untuk Proyek Preservasi Jalan melalui Skema KPBU

Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program nasional swasembada pangan dan energi.(Foto Prokopim)
JAKARTA, BERITA JURNAL – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan audiensi dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI terkait rencana penerapan skema pembiayaan kreatif untuk proyek preservasi jalan di Kabupaten Madiun, Senin (8/6/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Ditjen Bina Marga, Jakarta, Bupati Hari didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hadir pula dua staf Kementerian PU yang mewakili direktur, yakni Agnes Intan dan Fara Baselin.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pengusulan Project Development Facility (PDF) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Preservasi Jalan Kabupaten Madiun yang saat ini sedang diajukan ke Kementerian Keuangan RI.

Selain itu, pertemuan juga menindaklanjuti Sosialisasi Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi yang digelar pada 26 Mei 2026 lalu.

Dalam paparannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program nasional swasembada pangan dan energi.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Madiun “BERSAHAJA”, khususnya Misi IV yang berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana kewilayahan yang memadai, merata, dan berkeadilan.

“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi hasil pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hari Wuryanto.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Madiun membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur yang memerlukan pembiayaan besar dan berkelanjutan.

Karena itu, skema pembiayaan kreatif seperti KPBU dan Instrumen Jalan Daerah (IJD) dinilai dapat menjadi solusi percepatan pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Madiun juga memaparkan usulan penanganan sejumlah ruas jalan yang direncanakan pada tahun 2026. Ia berharap berbagai program pembangunan infrastruktur jalan yang telah diajukan dapat memperoleh dukungan dan segera direalisasikan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan yang memadai tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung keberhasilan program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Kabupaten Madiun optimistis pembangunan infrastruktur jalan dapat dipercepat sehingga mampu menunjang sektor pertanian, ekonomi, dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Kontributor : Kang Liem
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=