Waspadai Dampak El Nino “Godzilla”, BPBD Kabupaten Blitar Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
| BPBD Kabupaten Blitar memetakan sebanyak 23 desa di 7 kecamatan sebagai wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. |
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan bahwa pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi lebih kuat.
"Sebagai langkah awal BPBD telah menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat melalui dropping air bersih sekitar 80 rit pengiriman air", kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Senin (6/4/2026).
Namun begitu Wahyudi mengaku hal itu belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan karena kondisi El Nino ‘Godzilla’ ini tidak di rencanakan di tahun 2026. Dan jika habis, akan diupayakan penambahan.
Adapun 23 desa yang masuk dalam kategori rawan kekeringan tersebar di 7 kecamatan, yakni, Kecamatan Wates, Desa Tugurejo, Desa Sukorejo, Desa Purworejo. Kecamatan Binangun, Desa Sumberkembar, Desa Salamrejo, Desa Sukorame, Desa Birowo, dan Desa Sambigede.
Sementara di Kecamatan Panggungrejo, di Desa Kaligambir, Desa Kalitengah, Desa Sumberagung, Desa Serang, Desa Balerejo, Desa Margomulyo, Desa Panggungrejo. Untuk Kecamatan Sutojayan, Desa Bacem.
"Kecamatan Wonotirto, Desa Ngeni, Desa Ngadipuro, dan Desa Wonotirto. Kecamatan Bakung, Desa Plandirejo. Kecamatan Kademangan ada Desa Dawuhan, dan Desa Panggungduwet," Terang Wahyudi.
Wahyudi juga menegaskan, penanganan kekeringan tidak dilakukan sendiri. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah dikoordinasikan untuk bergerak bersama sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Kami sudah membahas dengan semua OPD, nantinya akan bergerak bersama sesuai tupoksi untuk penanganan kekeringan ini,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Pulau Jawa diperkirakan mengalami musim kemarau mulai Mei hingga November 2026. Bahkan, siklus kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan bisa mencapai dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Fenomena El Nino yang dijuluki “Godzilla” merujuk pada anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak signifikan terhadap penurunan curah hujan. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan yang lebih luas dan berkepanjangan, termasuk di Kabupaten Blitar.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk mulai menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber air alternatif guna menghadapi potensi kekeringan yang lebih parah tahun ini.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


