width=

46 Napi Katagori High Risk Dipindahkan Ke Nusakambangan

Puluhan Narapidana kelas High Risk telah di pindahkan ke Lapas Nusakambangan untuk mendapatkan pembinaan yang terukur.
SIDOARJO, BERITA JURNAL - 46 warga binaan dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Sabtu (31/1/2026).

Pemindahan tersebut melibatkan warga binaan dari Lapas Kelas I Surabaya (Porong, Sidoarjo), Lapas Kelas IIA Pamekasan, serta Lapas Pemuda Madiun.

"Rinciannya sebanyak 14 warga binaan berasal dari Lapas Kelas I Surabaya, 22 warga binaan dari Lapas Kelas IIA Pamekasan, dan 10 warga binaan dari Lapas Pemuda Madiun," kata Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, Selasa (3/2/2026).

Sohibur Rachman menyebutkan, pemindahan puluhan Napi ke Nusakambangan merupakan langkah strategis menjaga keamanan dan memastikan warga binaan kategori high risk mendapat pembinaan yang tepat dan terukur.

"Pemindahan napi ini sebagai upaya penguatan keamanan, ketertiban, dan optimalisasi pembinaan bagi napi berisiko tinggi," ujar Sohibur Rochman, Kepala Lapas Kelas I Surabaya.

Menurutnya, langkah tersebut dilaksanakan berdasarkan perintah Direktur Kepatuhan Internal (Dirpatnal) sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Sementara proses pemindahan dilakukan dengan pengamanan ketat oleh aparat gabungan, yakni 10 personel Brimob, 7 personel Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Pam Intel), serta 3 petugas Lapas Porong.

Ia menjelaskan pemindahan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan keamanan di lapas, dan para warga binaan dapat memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat.

"Lapas Nusakambangan dipilih karena memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan sistem pengamanan yang lebih ketat," jelasnya Sohibur.

Di Nusakambangan lanjut Sohibur, para warga binaan akan mengikuti program pembinaan intensif, mulai dari pendidikan, pelatihan kerja, hingga konseling.

"Kami akan terus memantau dan mengevaluasi proses pembinaan warga binaan untuk memastikan mereka siap kembali ke masyarakat," kata Sohibur.

"Kami berharap melalui upaya ini, warga binaan dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, tidak mengulangi kesalahan, dan siap kembali ke masyarakat saat masa pidananya selesai," pungkasnya.

Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=