width=

Polres Trenggalek Perkuat Ecology Policing, Tanam Pohon dan Lepasliarkan Satwa

20 pohon beringin, lima pohon salam, dan lima pohon jambu. Selain itu, empat burung dilindungi dilepasliarkan, terdiri dari satu ekor pancawarna dan tiga ekor gelatik Jawa.
TRENGGALEK, BERITA JURNAL – Polres Trenggalek terus memperkuat upaya penanggulangan kekeringan melalui pendekatan Ecology Policing. Langkah tersebut diwujudkan dengan penanaman pohon dan pelepasliaran satwa endemik di kawasan mata air Sumbergedong, Pundensari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, itu melibatkan Perhutani KPH Kediri dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Kapolres mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah bersama untuk menghadapi dampak El Nino dan kekeringan sekaligus mengantisipasi potensi banjir serta tanah longsor saat memasuki musim penghujan.

“Sebanyak 67 persen wilayah Kabupaten Trenggalek merupakan kawasan hutan. Ini menjadi modal besar untuk menjaga sumber mata air, mencegah kekeringan, sekaligus mengurangi risiko banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, ditanam 20 pohon beringin, lima pohon salam, dan lima pohon jambu. Selain itu, empat burung dilindungi dilepasliarkan, terdiri dari satu ekor pancawarna dan tiga ekor gelatik Jawa.

Kapolres menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial. Polres Trenggalek bersama stakeholder terkait akan melanjutkan program serupa di kawasan mata air dan hutan lainnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan, ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, maupun perburuan satwa.

Sementara itu, ADM Perhutani KPH Kediri Miswanto, S.Hut., M.H., mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, penanaman pohon yang disertai pelepasliaran satwa dapat mendukung keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan kesempatan bagi satwa untuk kembali ke habitatnya.

Perwakilan BBKSDA Jawa Timur, Ruki Umaya, S.Hut., M.Si., juga menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Ia menekankan pentingnya perawatan pohon dan perlindungan satwa setelah kegiatan, termasuk mencegah perburuan agar upaya pelestarian alam dapat berjalan berkelanjutan.

Kontributor : Rina
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=