Api Lahap 350 Meter Persegi Lahan Tebu Winongo
| Kobaran api yang muncul di tengah area perkebunan itu dengan cepat ditangani setelah Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar, dan masyarakat turun ke lokasi. |
MADIUN, BERITA JURNAL – Kebakaran menghanguskan sebagian tanaman tebu di kawasan Gajah Mada, Jalan Menak Kuncir, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Minggu (13/9/2026) sore. Kobaran api yang muncul di tengah area perkebunan itu dengan cepat ditangani setelah Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar, dan masyarakat turun ke lokasi.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 16.45 WIB. Seorang warga bernama Ahmad yang melihat kobaran api kemudian melaporkan kejadian tersebut sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Babinsa Posramil 0803/18, Sertu Deden dan Kopka Jumin, bersama Bhabinkamtibmas, petugas Damkar Kota Madiun, serta warga langsung melakukan pemadaman. Tim gabungan berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merambat dan membakar area perkebunan yang berada di sekitarnya.
Setelah berjibaku di lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.50 WIB. Berdasarkan pendataan awal, lahan tanaman tebu yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 350 meter persegi.
Kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mencegah kobaran api meluas. Terlebih, tanaman tebu dan vegetasi kering di sekitar lokasi berpotensi mempercepat penjalaran api.
Babinsa Posramil 0803/18, Sertu Deden, meminta masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan pertanian dan perkebunan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di dekat lahan kering. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujar Sertu Deden.
Ia menambahkan, kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran maupun memperkecil dampaknya ketika api mulai muncul.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap kemunculan titik api. Langkah cepat sejak awal dinilai dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan mengancam lahan maupun lingkungan di sekitarnya.
Kebakaran di lahan tebu Gajah Mada tersebut akhirnya berhasil dikendalikan. Sinergi antara TNI, Polri, Damkar, dan masyarakat menunjukkan pentingnya respons cepat serta kerja sama lintas unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan.
Hingga api berhasil dipadamkan, area terdampak diperkirakan sekitar 350 meter persegi. Penanganan cepat di lokasi membuat kobaran tidak meluas ke kawasan perkebunan di sekitarnya.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


