Ribuan Warga Berebut Sembilan Belas Gunungan, Tradisi Kyai Reksogati Kembali Semarak
| Kepala Desa Sidomulyo, Setiyo Margono dan jajaran Forkopimca Sawahan hadir memberi support kepada sembilan belas peserta kirab budaya Gunungan di lapangan desa Reksogati, Minggu (30/8/2026). |
MADIUN, BERITA JURNAL – Ribuan warga memadati lapangan Reksogati, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Minggu (30/8/2026). Mereka tumpah ruah menyaksikan sekaligus mengikuti kirab budaya Gunungan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan mengenang leluhur desa.
Sebanyak 19 Gunungan berisi hasil bumi, sayuran, jajanan pasar, hingga makanan ringan diarak dari makam leluhur Kyai Reksogati menuju lapangan Desa Reksogati, berjarak sekitar satu kilometer.
Kirab berlangsung meriah. Arak-arakan Gunungan diiringi beragam tari dan kreasi seni yang ditampilkan peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar sekolah dasar, perangkat desa, hingga masyarakat umum.
Setibanya di lokasi, suasana semakin semarak ketika warga berebut isi Gunungan. Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam kirab budaya yang kini memasuki pelaksanaan ketiga.
Kepala Desa Sidomulyo, Setiyo Margono, mengatakan kirab budaya Gunungan digelar sebagai bentuk nguri-uri tradisi sekaligus momentum untuk mengenang dan mendoakan para leluhur, khususnya Kyai Reksogati.
"Kebetulan Kyai Reksogati merupakan salah satu tokoh pejuang penyebar agama Islam utusan dari Kasultanan Demak yang dimakamkan di Desa Sidomulyo," ujar Margono.
Menurutnya, makam Kyai Reksogati kini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, terutama pelaku UMKM, pedagang bunga, dan pemilik warung di sekitar lokasi.
| Antusias ribuan warga desa Sidomulyo berebut sembilan belas Gunungan yang berisi hasil bumi dan aneka makanan ringan. |
Margono menilai pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ia berharap kirab Gunungan ke depan dapat menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Madiun sekaligus menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah.
"Jumlah Gunungan setiap tahun mengalami peningkatan. Mudah-mudahan pelaksanaan berikutnya bisa diikuti seluruh RT maupun RW," katanya.
Ia berharap tradisi tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur.
"Semoga bisa menjadi tuntunan dan tontonan yang menarik, bisa dinikmati seluruh elemen masyarakat, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Margono menegaskan, keberadaan budaya lokal merupakan bagian penting dalam pembangunan budaya nasional. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang terus menjaga serta menghidupkan tradisi kirab Gunungan.
"Ini merupakan upaya masyarakat untuk merasa memiliki peninggalan tokoh sejarah Kyai Reksogati sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur melalui gelaran kirab budaya Gunungan Desa Sidomulyo," pungkasnya.
Kontributor : Kang Liem
Editor : Tim Berita Jurnal


