width=

Perhutani Bina 40 Penyadap Pinus di Ngrayun, Tekankan Produktivitas dan Kelestarian Hutan

Sebanyak 40 penyadap mengikuti pembinaan sekaligus sosialisasi penertiban pemanfaatan lahan garapan di bawah tegakan pinus di Dukuh Mbaran, Desa Sambi, Kecamatan Ngrayun.
PONOROGO, BERITA JURNAL – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds memperkuat pembinaan terhadap penyadap getah pinus di wilayah Ponorogo Selatan. Sebanyak 40 penyadap mengikuti pembinaan sekaligus sosialisasi penertiban pemanfaatan lahan garapan di bawah tegakan pinus di Dukuh Mbaran, Desa Sambi, Kecamatan Ngrayun, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ponorogo Selatan dan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngrayun tersebut menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, kualitas getah, kedisiplinan kerja, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan hutan.

Para penyadap diingatkan untuk menerapkan teknik penyadapan sesuai aturan, menjaga ketertiban pengumpulan dan penyetoran hasil sadapan, serta mengutamakan keselamatan kerja. Penertiban pemanfaatan lahan garapan di bawah tegakan juga menjadi perhatian guna menjaga kelestarian hutan.

Mewakili Administratur Perhutani, Nandang Tegar Perbani menyampaikan bahwa penyadap merupakan mitra penting dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus. Karena itu, pembinaan dan komunikasi rutin diperlukan untuk menjaga kualitas hasil sadapan sekaligus mengatasi kendala di lapangan.

“Pembinaan rutin ini sangat penting untuk menjaga semangat para penyadap sekaligus meningkatkan produktivitas getah pinus. Kami berharap seluruh penyadap menjaga kualitas hasil sadapan, bekerja sesuai ketentuan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam pengumpulan dan penyetoran getah,” tegas Tegar.

Menurut dia, komunikasi terbuka antara Perhutani dan penyadap perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan dalam proses produksi dapat dibahas dan diselesaikan bersama. Dengan demikian, kegiatan penyadapan diharapkan berjalan lebih efektif, tertib, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Mbah Ramin, yang mewakili para penyadap, mengapresiasi pembinaan tersebut. Ia menilai pertemuan rutin menjadi sarana evaluasi sekaligus mempererat komunikasi antara petugas Perhutani, mandor, dan penyadap.

“Kami siap mendukung target produksi yang telah ditetapkan dengan meningkatkan hasil sadapan, menjaga kualitas getah, menerapkan kedisiplinan kerja, dan tetap memperhatikan kelestarian hutan,” ujarnya.

Mbah Ramin berharap komunikasi antara penyadap dan petugas Perhutani terus ditingkatkan sehingga kendala di lapangan dapat segera ditangani. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas getah, mendukung pencapaian target produksi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para penyadap.

Kontributor : Titik
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=