width=

Kebakaran Kebun Jati Kandang Kambing Rp20 Juta Ludes

Kobaran api membesar di area kebun jati dan rumpun bambu di Dusun Basekan, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Api bahkan merembet hingga membakar sebuah kandang kambing.

MADIUN, BERITA JURNAL – Kobaran api membesar di area kebun jati dan rumpun bambu di Dusun Basekan, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis (1/10/2026) petang. Api bahkan merembet hingga membakar sebuah kandang kambing yang sudah lama tidak digunakan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi lahan yang dipenuhi pohon jati, rumpun bambu, serta material kering membuat api dengan cepat membesar dan berpotensi meluas ke area di sekitarnya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Koramil 0803-14/Dagangan bersama Polsek Dagangan, Damkar Kabupaten Madiun, BPBD Kabupaten Madiun, dan warga langsung bergerak menuju lokasi.

Petugas Damkar kemudian melakukan penyemprotan air ke sejumlah titik api. Di sisi lain, personel TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat membantu proses pemadaman sekaligus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Danramil 0803-14/Dagangan menegaskan, kecepatan respons dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran tersebut.

“Begitu mendapat laporan, personel bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi. Prioritas kami adalah memastikan api segera dipadamkan dan tidak merembet ke area permukiman maupun lahan di sekitarnya. Setelah api padam, kami juga tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Dari pendataan sementara, satu bangunan kandang kambing yang sudah tidak digunakan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Setelah berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam, petugas bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.30 WIB. Pendinginan dan pemantauan kemudian dilakukan untuk memastikan bara maupun material yang masih berpotensi terbakar tidak kembali memicu kebakaran.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi kebakaran lahan, terutama di kawasan yang dipenuhi semak, rumpun bambu, dan material kering.

Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kemunculan api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman.

Kontributor : Ninik S
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=