Dinilai Respon Pemerintah Lamban, Warga Ponorogo Patungan Tambal Jalan Rusak
| Selama enam pekan terakhir, puluhan warga turun tangan setiap Sabtu dan Minggu dengan membeli material dari hasil patungan untuk menutup lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna. |
Selama enam pekan terakhir, puluhan warga turun tangan setiap Sabtu dan Minggu dengan membeli material dari hasil patungan untuk menutup lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Ruas jalan sepanjang sekitar enam kilometer tersebut baru tiga kilometer yang dibangun pada 2019. Sementara tiga kilometer sisanya hingga kini masih rusak dan belum mendapat penanganan.
Warga menyebut Pemerintah Desa Gajah telah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo, namun belum juga terealisasi.
"Kami patungan bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, tetapi karena jalan ini setiap hari kami gunakan. Kondisinya semakin membahayakan, terutama saat hujan," ujar salah seorang relawan, Minggu (26/7/2026).
Jalan Wringinanom–Gajah menjadi akses utama masyarakat menuju permukiman, lahan pertanian, sekolah, hingga pusat perdagangan.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan pada sisa ruas jalan yang rusak agar aktivitas dan keselamatan masyarakat lebih terjamin.
Kontributor : Titik
Editor : Tim Berita Jurnal


