Bupati Blitar Tinjau Pompanisasi, Pastikan Pasokan Air Pertanian Aman Saat Kemarau
| Program iRpom menjadi salah satu langkah pemerintah mengantisipasi dampak El Nino sekaligus menjaga produktivitas pertanian demi mendukung target swasembada pangan. |
Peninjauan dilakukan di Desa Dawuhan, Desa Plosorejo, dan Desa Darungan. Dari hasil pengecekan, air dari fasilitas pompanisasi telah mengalir ke lahan pertanian dan mulai dimanfaatkan oleh para petani.
Rijanto mengatakan, program iRpom menjadi salah satu langkah pemerintah mengantisipasi dampak El Nino sekaligus menjaga produktivitas pertanian demi mendukung target swasembada pangan.
"Alhamdulillah, setelah kami melihat langsung di lapangan, air sudah mengalir ke lahan pertanian. Harapannya, petani tidak lagi mengalami kesulitan air saat musim kemarau sehingga proses tanam dan produksi tetap berjalan," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menambahkan, Kabupaten Blitar menerima 45 unit iRpom pada tahap pertama. Pada tahap kedua, pemerintah pusat diperkirakan akan menambah sekitar 50 unit lagi, sehingga total bantuan mencapai sekitar 95 hingga 100 unit.
Menurutnya, penambahan fasilitas pompanisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blitar.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


