Pemkab Blitar Tampung Aspirasi Anak, Bupati Pastikan Hak Pendidikan dan Gizi Jadi Prioritas
| Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 30 anggota Forum Anak Kabupaten Blitar, 60 siswa SMP dan SMA sederajat, serta 10 anak difabel. |
Mengusung tema "Melalui Sinergi dan Partisipasi Anak, Wujudkan Generasi Kabupaten Blitar Berdaya dan Berjaya", kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 30 anggota Forum Anak Kabupaten Blitar, 60 siswa SMP dan SMA sederajat, serta 10 anak difabel.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Blitar, Hendry Bagus Dwitanto, mengatakan Temu Anak bertujuan meningkatkan partisipasi anak dalam pembangunan, memperkuat kapasitas Forum Anak sebagai pelapor dan pelopor, serta menjadi sarana penyampaian Suara Anak kepada pemerintah daerah.
Dalam sesi dialog, para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari anak putus sekolah, pernikahan dini, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada anak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Blitar Rijanto menegaskan komitmen Pemkab Blitar dalam memenuhi hak-hak anak melalui perlindungan, pendidikan, dan pemenuhan gizi.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini masih dalam tahap evaluasi menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional, khususnya terkait tata kelola agar pelaksanaannya semakin baik dan tepat sasaran.
«"Makanan bergizi gratis ini program yang sangat baik. Kalau tata kelolanya bagus dan tepat sasaran, insyaallah hasilnya juga bagus," ujar Rijanto.»
Selain itu, Rijanto memastikan anak-anak yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Ia mengakui pembenahan berbagai program membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Meski kondisi fiskal daerah tengah menghadapi tantangan, Pemkab Blitar tetap berkomitmen menjalankan program-program yang berpihak pada kepentingan anak.
Melalui Temu Anak 2026, Pemkab Blitar berharap suara dan aspirasi anak dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan yang lebih inklusif guna mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


