Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Dorong Penguatan Posyandu dan Budaya Literasi di Bangunsari
| Percepatan penurunan angka stunting masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Madiun karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas SDM.(Foto dokumen Diskominfo) |
Posyandu ILP merupakan layanan kesehatan yang mengintegrasikan berbagai pelayanan primer dalam satu kegiatan, mulai dari bayi, balita, ibu hamil hingga lansia, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih mudah dan menyeluruh.
Dalam kunjungannya, Erni menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan angka stunting masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Madiun karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Posyandu merupakan garda terdepan bagi putra-putri kita. Melalui pemberian makanan tambahan dan pelayanan yang baik, kita berharap lahir generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau para kader posyandu untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit menular maupun tidak menular, termasuk Tuberculosis (TBC) yang hingga kini masih menjadi perhatian.
“Kasus TBC masih cukup tinggi. Karena itu, kesehatan harus terus dijaga dan masyarakat perlu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” pesannya.
Usai meninjau Posyandu ILP Mekarsari, rombongan melanjutkan kunjungan ke program Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP), bank sampah, serta SDN Bangunsari 01 Dolopo. Di hadapan para siswa, Erni mengajak anak-anak untuk membiasakan diri gemar membaca sebagai bekal meraih cita-cita.
“Kalau ingin menjadi dokter atau profesi lainnya, harus rajin membaca. Membaca adalah jendela dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menekankan pentingnya literasi di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kebiasaan membaca akan membentuk karakter sekaligus memperluas wawasan generasi muda.
“Kurangi bermain game dan manfaatkan perpustakaan maupun pojok baca di sekolah. Jika ingin sukses, membaca adalah salah satu kuncinya,” katanya.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke kelas ibu hamil dengan menyerahkan bingkisan makanan tambahan kepada sembilan peserta, meninjau pelaku UMKM di Desa Bangunsari, serta melihat langsung pelayanan kesehatan.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


