width=

Kehadiran Yon TP Diyakini Dongkrak Ekonomi Desa Mategal

Yon TP bakal dibangun di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, BKPH Sampung, di atas lahan Perhutani seluas sekitar 51,13 hektare.
MAGETAN, BERITA JURNAL – Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) TNI AD di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan mulai membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Kehadiran ribuan prajurit yang nantinya bermukim di kawasan tersebut diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian desa.

Yon TP dibangun di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, BKPH Sampung, di atas lahan Perhutani seluas sekitar 51,13 hektare. Selain memperkuat pertahanan wilayah Kodam V/Brawijaya, keberadaan batalyon ini juga diproyeksikan mendukung program ketahanan pangan, peternakan, konstruksi hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Mategal, Agus Dwi Wibowo mengatakan masyarakat menyambut positif pembangunan Yon TP karena dinilai akan membuka banyak peluang ekonomi baru.

“Dengan didirikannya Batalyon TP ini pastinya akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena nanti lebih dari seribu prajurit akan bermukim di sini, otomatis aktivitas ekonomi juga ikut tumbuh,” ujar Dwi.

Menurutnya, kebutuhan harian prajurit nantinya akan memicu tumbuhnya berbagai usaha masyarakat, mulai warung makan, toko kebutuhan pokok, jasa laundry hingga usaha kecil lainnya.

“Setiap kegiatan pasti menimbulkan perputaran biaya dan dampaknya langsung ke lingkungan sekitar. Roda ekonomi akan bergerak naik,” katanya.

Tak hanya itu, proyek pembangunan Yon TP juga mulai membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal sejak tahap awal pengerjaan berlangsung.

“Baru tahap pembangunan saja dampaknya sudah terasa. Tenaga kerja juga harus melibatkan masyarakat sini,” tambahnya.

Dwi memastikan pembangunan batalyon tersebut tidak mengganggu lahan pertanian maupun area garapan warga karena lokasi yang digunakan merupakan kawasan yang sudah lama tidak dimanfaatkan masyarakat.

“Tidak mempengaruhi lahan garap warga, karena yang dipakai memang area yang sudah tidak dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyebut sekitar 600 prajurit dijadwalkan mulai masuk ke lokasi pada pertengahan Juni 2026 seiring percepatan pembangunan empat barak awal beserta fasilitas pendukung lainnya.

Bagi warga Desa Mategal, pembangunan Yon TP bukan sekadar proyek militer, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan ekonomi desa yang selama ini berjalan lambat.

“Yang paling diuntungkan tentu masyarakat Desa Mategal, dan umumnya Kabupaten Magetan,” pungkas Dwi.

Kontributor : Kang Liem
Editor          : Tim Berita Jurnal
Previous Post
  width=