width=

Andalkan Benih Unggul dan Percepatan Tanam, Kabupaten Blitar Targetkan 6.100 Hektare Tebu

Blitar targetkan 6.100 hektare dan sekitar 5.500 hektare untuk bongkar ratoon dan sisanya perluasan agar target bisa tercapai.
BLITAR, BERITA JURNAL — Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat sektor pertanian tebu guna mendukung program swasembada gula nasional. Pada tahun 2026, pengembangan areal tanaman tebu di Kabupaten Blitar ditargetkan mencapai 6.100 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, mengatakan dari total target tersebut sekitar 5.500 hektare dialokasikan untuk program bongkar ratoon, sementara sisanya digunakan untuk perluasan areal tanam baru.

“Untuk Blitar sendiri targetnya 6.100 hektare. Sekitar 5.500 hektare untuk bongkar ratoon dan sisanya perluasan. Memang ini terus kami kebut agar target bisa tercapai,” ujar Setiyana, Senin (25)6/2026).

Menurutnya, percepatan tanam menjadi langkah penting agar target pengembangan tebu dapat tercapai sesuai rencana. Selain memperluas areal tanam, Pemkab Blitar juga memperkuat sektor perbenihan melalui pengembangan kebun benih dasar seluas 250 hektare yang tersebar di 54 titik di wilayah Kabupaten Blitar.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan benih unggul sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman tebu petani," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar.

Setiyana menjelaskan bibit yang digunakan merupakan benih bersertifikat, termasuk varietas unggulan AAS Agribun yang dikenal memiliki produktivitas tinggi, rendemen optimal, tahan terhadap penyakit, serta memiliki kemampuan ratoon yang baik.

“Bibit unggul menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas tebu. Kami juga terus mendorong petani memanfaatkan teknologi pertanian dan pola budidaya modern,” jelasnya.

"Benih tebu tersebut berasal dari Kebun Benih Dasar (KBD) bersertifikat milik CV Lang Buana sebagai bagian dari dukungan penyediaan bibit unggul bagi petani tebu di Kabupaten Blitar," tambahnya.

Sementara itu, Direktur CV Lang Buana, Bambang Setyawan, memastikan ketersediaan bibit tebu di Kabupaten Blitar dalam kondisi aman untuk mendukung target pengembangan tebu yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Saat ini, tersedia kebun benih seluas sekitar 250 hektare yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan tanam untuk lahan seluas 1.500 hingga 2.000 hektare selama periode Mei hingga Juli 2026.

“Penyediaan bibit di Kabupaten Blitar lumayan banyak. Kami mempunyai sekitar 250 hektare kebun benih yang bisa dipakai untuk kebutuhan tanam 1.500 sampai 2.000 hektare,” terang Bambang.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan tambahan kebun benih seluas sekitar 140 hektare untuk memenuhi kebutuhan bibit pada periode Agustus hingga November mendatang. Penyediaan bibit dilakukan secara bertahap karena pola tanam petani di Kabupaten Blitar tidak berlangsung secara serentak.

“Kebutuhan bibit petani tidak serempak. Karena itu penyediaannya kami siapkan bertahap agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” ungkap Bambang Setyawan.

Melalui percepatan tanam, dukungan benih unggul, serta sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia benih, Kabupaten Blitar optimistis target pengembangan tebu tahun 2026 dapat tercapai sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.

Kontributor : Erina Airin
Editor         : Tim beritajurnal.id
Previous Post
  width=