57 Biksu Thudong Empat Negara Tiba di Madiun, Bawa Misi Perdamaian Dunia
| Membawa misi perdamaian dunia dan merayakan hari Waisak 57 Biksu tiba di Pusat Pemerintah (Puspem) Mejayan, Kabupaten Madiun di sambut Sekda Madiun dan tokoh lintas agama. |
Rombongan biksu yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki itu tiba di Madiun setelah sebelumnya beristirahat dan makan siang di Kelenteng Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kedatangan para pemuka agama Buddha tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Mejayan, sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam sambutannya, Sigit Budiarto menyampaikan rasa bangga dan hormat Pemerintah Kabupaten Madiun karena menjadi salah satu titik persinggahan para biksu yang tengah menjalani perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur.
“Kami merasa bangga dan terhormat Kabupaten Madiun dapat menjadi tempat singgah para biksu. Mudah-mudahan keramahan dan kehangatan masyarakat Madiun menjadi kenangan tersendiri bagi para biksu dan dapat menjadi cerita baik di negaranya maupun dunia,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, seluruh peserta Thudong bersama panitia “Indonesia Walk for Peace 2026” akan beristirahat dan bermalam di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Mejayan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ngawi pada Jumat (22/5/2026).
“Insyaallah besok pagi para biksu akan dilepas langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun menuju Ngawi,” katanya.
Rombongan biksu Thudong diketahui memulai perjalanan dari Pulau Bali, kemudian melintasi sejumlah daerah di Pulau Jawa sebelum nantinya tiba di kawasan Candi Borobudur untuk menyambut Hari Raya Waisak 2026.
Dalam perjalanan sejauh kurang lebih 660 kilometer tersebut, para biksu membawa pesan perdamaian dan toleransi bagi masyarakat dunia.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga kampanye perdamaian di tengah situasi global yang penuh tantangan. Kehadiran para biksu membawa pesan persatuan, persaudaraan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


