Pasca Insiden Mercon di Udanawu, Bupati Blitar Ingatkan Warga Hentikan Aktivitas Berbahaya
| Selain membahayakan keselamatan, suara ledakan petasan juga dinilai mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah dan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. |
Bupati Blitar Rijanto meminta masyarakat menghentikan aktivitas pembuatan maupun penyalaan mercon karena dinilai sangat berbahaya.
Bupati mengaku menerima laporan dari pemerintah kecamatan serta informasi yang beredar di media terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa (17/3) dini hari itu.
“Peristiwa ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Risiko petasan sangat tinggi, bahkan bisa melukai pembuatnya sendiri,” ujar Rijanto.
Menurutnya, Pemkab Blitar sebelumnya telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar tidak membuat maupun menyalakan petasan, khususnya selama bulan Ramadan.
Selain membahayakan keselamatan, suara ledakan petasan juga dinilai mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah dan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Sebelumnya, kejadian serupa yang pernah terjadi di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok pada 2023 lalu. Dalam peristiwa itu, ledakan mercon menyebabkan satu rumah hancur dan menelan korban jiwa.
“Kejadian di Sadeng itu sangat tragis. Jangan sampai hal seperti itu terulang kembali di Kabupaten Blitar,” tegasnya.
Bupati Blitar mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga keamanan lingkungan selama Ramadan. Ia berharap masyarakat dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, tanpa gangguan petasan.
“Kami minta masyarakat menghentikan aktivitas berbahaya seperti mercon. Mari kita jaga bersama agar ibadah puasa berjalan khusyuk dan situasi tetap aman,” pungkasnya.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal



