Festival "Reog Balon Carnival" Melanjutkan Tradisi Syawalan di Ponorogo
| Masyarakat Ponorogo memiliki tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak saat Syawalan (Lebaran). Maka saat ini kita wadahi dengan adanya festival ini agar tidak membahayakan keselamatan. |
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, Festival "Reog Balon Carnival" merupakan ajang perdana digelar sekaligus sebagai terobosan agar tidak ada lagi balon udara tanpa awak atau liar yang menghiasi langit Ponorogo.
"Masyarakat Ponorogo memiliki tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak saat Syawalan (Lebaran). Maka saat ini kita wadahi dengan adanya festival ini agar tidak membahayakan keselamatan," ujar AKBP Andin Wisnu Sudibyo.
Menurutnya, dalam festival ini diatur dan ada parameter serta indikator penilaiannya. Sedangkan untuk menjamin keselamatan balon diterbangkan pakai tali dan tanpa petasan.
Kapolres menyampaikan, tahun ini festival balon udara dilaksanakan satu hari dan selanjutnya akan diselenggarakan setiap tahun sebagai agenda rutin setiap bulan Syawal atau lebaran.
"Kami komunikasikan denhan Disbudparpora bahwa tahun depan ini dilaksanakan dua hari. Yang satu hari untuk lokal, yang satu hari untuk nasional," kata Kapolres.
Sementara itu Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita takjub dengan kreativitas masyarakat yang dituangkan dalam festival balon udara. Ia berharap ke depan festival tersebut bisa meminimalisasi keberadaan balon udara liar.
"Kalau biasanya menerbangkan balon ada merconnya, sekarang tidak, maka ini kita wadahi melalui festival ini. Insya allah akan kita laksanakan setiap tahun," bebernya.
Setidaknya ada 44 peserta turut memeriahkan festival balon udara tersebut. 24 di antaranya berasal dari lokal Ponorogo, sedangkan 20 lainnya dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Kontributor : Titiek
Editor : Tim Berita Jurnal



