Kebakaran Kandang Ayam Broiler di Blitar, 8.000 Ekor Hangus Terpanggang
| Peristiwa kebakaran bangunan kandang berukuran 9 x 40 meter hangus terbakar bersama sekitar 8.000 ekor ayam usia dua hari. |
Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua karyawan kandang yang sedang berada di lokasi. Mereka mendengar suara ledakan dari intermitten atau alat pengatur waktu kerja blower dan lampu yang berada di ujung selatan kandang. Tak lama setelah ledakan terdengar, api muncul dan dengan cepat membesar.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo, mengatakan pihaknya menerima laporan dari pemerintah desa dan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
“Begitu menerima informasi, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api cepat membesar karena kondisi kandang kering dan sebagian besar materialnya mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan sekam,” ujarnya.
Menurut Teddy, hasil identifikasi sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting pada intermitten yang kemudian menimbulkan percikan api hingga membakar seluruh bagian kandang. Di lokasi, petugas menemukan alat pengatur blower dalam kondisi terbakar serta kabel instalasi listrik yang hangus.
Proses pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik kandang mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp75 juta.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan, untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar guna mencegah kejadian serupa.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



