width=

KA 154 Ranggajati Relasi Cirebon–Jember Dilempari Batu Orang Tidak di Kenal

Pelemparan batu kembali terjadi di petak jalan antara Stasiun Bagor dan Stasiun Nganjuk, tepatnya di KM 120+5
MADIUN, BERITA JURNAL
— Aksi vandalisme berupa pelemparan batu kembali terjadi di petak jalan antara Stasiun Bagor dan Stasiun Nganjuk, tepatnya di KM 120+5, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 14.40 WIB.

KA 154 Ranggajati relasi Cirebon–Jember dilempari batu orang tidak di kenal mengenai kaca jendela kereta Eksekutif 3 nomor tempat duduk 9AB dan kereta Ekonomi 2 nomor tempat duduk 11AB mengalami pecah.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan penumpang dan petugas, serta berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.

Kejadian tersebut di benarkan Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari yang menegaskan bahwa tindakan pelemparan batu terhadap kereta api merupakan perbuatan melanggar hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Kereta api adalah aset negara yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Setiap tindakan vandalisme bukan hanya merugikan KAI, tetapi juga mengancam keselamatan publik," tegas Manager Humas KAI Daop 7 Madiun.

Tohari menjelaskan, petugas menerima laporan kejadian tersebut dan segera melakukan langkah penanganan cepat dengan berkoordinasi bersama unit pengamanan dan petugas stasiun terkait.

"Petugas pengamanan langsung menuju lokasi kejadian, sementara petugas sarana melakukan perbaikan darurat di Stasiun Kertosono, sehingga perjalanan KA 154 Ranggajati dapat kembali dilanjutkan," jelas Tohari.

"Hingga saat ini, pelaku pelemparan masih dalam proses pencarian oleh unit pengamanan KAI. KAI Daop 7 Madiun," tambahnya.

KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur KA serta segera melaporkan apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan mencurigakan melalui petugas terdekat atau Contact Center KAI 121.

Manager Humas Daop 7 Madiun, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan sarana dan prasarana perkeretaapian, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur rel.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat, kami optimistis layanan transportasi massal berbasis rel dapat terus berjalan aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Tohari.

Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=