Perkuat Sinergi, TNI, Polri dan Pemkab Madiun Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
![]() |
| Sinergi lintas sektoral diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel semata, tetapi diwujudkan melalui koordinasi berkelanjutan, kesiapan operasional, dan tindakan nyata di lapangan. |
Apel dipimpin langsung Kapolres Madiun tetapi Ridwan Maliki. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektoral, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Perhutani hingga sejumlah instansi terkait lainnya.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi ancaman bencana, terutama di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan.
Dalam amanatnya, Kapolres Madiun menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Karena itu, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan data sepanjang 2026, tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur. Rentetan kejadian tersebut mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta kerugian material yang ditaksir mencapai Rp7,552 miliar.
Data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman bencana membutuhkan penanganan serius, terencana, dan respons cepat agar tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.
Kapolres menekankan, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Kesiapan personel, kelengkapan peralatan, kecepatan respons, serta soliditas antarlembaga menjadi faktor penting dalam efektivitas penanggulangan bencana.
"Melalui apel kesiapsiagaan ini, saya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Kita semua tidak ingin ada korban. Mari bersama-sama hadir di tengah masyarakat, bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini," tegas AKBP Ridwan Maliki.
Ia juga mengingatkan seluruh personel dan instansi terkait agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tulus, dan ikhlas. Menurutnya, tugas penanggulangan bencana bukan sekadar kewajiban kedinasan, tetapi juga bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui apel tersebut, Polres Madiun bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait menegaskan komitmen memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan bencana.
Sinergi lintas sektoral diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel semata, tetapi diwujudkan melalui koordinasi berkelanjutan, kesiapan operasional, dan tindakan nyata di lapangan.
Dengan demikian, potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan 2026/2027 dapat diantisipasi lebih dini, sementara keselamatan masyarakat Kabupaten Madiun tetap menjadi prioritas utama.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal



