Dampak Karhutla di Ponorogo 341 Hektare Lahan Terbakar, 17 Kecamatan Terkena Imbas
| Kondisi kemarau ekstrem tanpa hujan selama lebih dari 60 hari membuat vegetasi, semak belukar, dan tumpukan daun kering mudah terbakar. Risiko karhutla diperkirakan masih tinggi sepanjang Oktober karena Ponorogo belum memasuki musim hujan. |
PONOROGO, BERITA JURNAL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo meluas selama musim kemarau 2026. Hingga 30 September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat 341,85 hektare lahan terbakar di 17 kecamatan dan 56 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan luas kebakaran tahun ini melonjak dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang mencapai 91,7 hektare di 11 kecamatan dan 26 desa.
Kecamatan Slahung menjadi wilayah terdampak terluas dengan 81,3 hektare, disusul Bungkal 64,5 hektare, Sambit 42,5 hektare, Jenangan 35,5 hektare, dan Kauman 30 hektare.
Menurut Masun, kondisi kemarau ekstrem tanpa hujan selama lebih dari 60 hari membuat vegetasi, semak belukar, dan tumpukan daun kering mudah terbakar. Risiko karhutla diperkirakan masih tinggi sepanjang Oktober karena Ponorogo belum memasuki musim hujan.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta berhati-hati menggunakan sumber api untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian.
Kontributor : Titik
Editor : Tim Berita Jurnal


