Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Studi Lingkungan di Polres Madiun, Bahas Penguatan UMKM
| Kabupaten Madiun tercatat memiliki IPM 75,47, sedangkan angka kemiskinan berada di 10,48 persen dan ditargetkan turun di bawah 10 persen pada 2026. |
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun tersebut menjadi bagian dari pembelajaran peserta didik dalam menganalisis kondisi organisasi dan lingkungan strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian.
Pengawas Poklat III Lemdiklat Sespim, Brigjen Pol Muhammad Firman, mengatakan studi lapangan diperlukan agar peserta didik tidak hanya memahami persoalan secara konseptual, tetapi juga mampu merumuskan solusi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
“Hasil studi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan tugas pokok Polri, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan, energi, serta pengembangan ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujarnya.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, menyambut baik pelaksanaan studi tersebut. Ia mendorong peserta didik menggali informasi terkait dinamika kamtibmas serta pengalaman Polres Madiun dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengalaman selama studi dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalankan tugas kepemimpinan, khususnya ketika nantinya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, memaparkan sejumlah potensi daerah, termasuk sektor pertanian dan komoditas unggulan.
Kabupaten Madiun tercatat memiliki IPM 75,47, sedangkan angka kemiskinan berada di 10,48 persen dan ditargetkan turun di bawah 10 persen pada 2026.
Sejumlah komoditas unggulan daerah yang turut menjadi perhatian antara lain porang, Kopi Robusta Kare, cokelat, dan Durian Kawuk. Pengembangan komoditas tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian studi kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama peserta didik dan sejumlah pemangku kepentingan. Pembahasan mencakup kondisi wilayah, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi ekonomi daerah, serta peran kepolisian dalam mendukung pembangunan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama, dan bantuan sosial. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 13.30 WIB.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


