width=

Delapan Kecamatan di Kabupaten Blitar Jadi Lokasi Uji Coba PM-AAS, Sistem Tanam Modern Dongkrak Produktivitas Padi

penerapan PM-AAS realistis karena mampu meningkatkan populasi tanaman. Jika sistem konvensional hanya sekitar 300 hingga 400 rumpun per hektare, PM-AAS dapat mencapai 800 hingga 1.000 rumpun per hektare.
BLITAR, BERITA JURNAL – Kabupaten Blitar mulai menguji coba sistem tanam padi PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) melalui pembangunan demplot seluas 2 hektare di delapan kecamatan.

Delapan Kecamatan yang menjadi uji coba program Kementerian Pertanian yakni, yakni Selopuro, Doko, Selorejo, Kanigoro, Sutojayan, Gandusari, Wlingi, dan Talun, sebagai upaya mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas padi. 

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan demplot tersebut dibuat agar petani dapat melihat langsung hasil penerapan PM-AAS.

Menurut Siswoyo, perbedaan utama sistem ini terletak pada metode tanam. Jika petani umumnya menggunakan benih yang telah disemai, PM-AAS menerapkan tabur benih langsung (tabela) menggunakan alat dengan sistem jajar legowo.

"Teknologi yang diterapkan adalah tabur benih langsung dengan sistem jajar legowo. Kebutuhan benih dan pupuk memang lebih banyak, tetapi populasi tanaman meningkat sehingga hasil juga diharapkan lebih tinggi," ujar Siswoyo.

Ia menyebut penerapan PM-AAS realistis karena mampu meningkatkan populasi tanaman. Jika sistem konvensional hanya sekitar 300 hingga 400 rumpun per hektare, PM-AAS dapat mencapai 800 hingga 1.000 rumpun per hektare.

Tantangan utama penerapan sistem ini bukan pada kondisi lahan, selama ketersediaan air mencukupi, melainkan mengubah pola pikir dan kebiasaan petani.

Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengoptimalkan peran PPL untuk sosialisasi, pendampingan, serta pembangunan demplot di masing-masing wilayah.

Selain itu, telah diusulkan CPCL seluas 203 hektare untuk musim tanam Agustus–September. Petani yang menerapkan PM-AAS juga akan difasilitasi bantuan sarana produksi, sementara kebutuhan alat tanam masih dapat dibuat secara manual oleh petani.

Melalui uji coba ini, Kabupaten Blitar berharap PM-AAS dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kontributor : Erina Airin
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=