width=

PKL Alun-alun Kanigoro Dukung Gerakan ASRI, Bupati Blitar Ajak Jaga Kebersihan dan Tata Lapak

Puluhan pedagang yang sehari-hari berjualan di kawasan Alun-alun Kanigoro bergotong royong membersihkan lingkungan bersama pegawai dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
BLITAR, BERITA JURNAL – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kanigoro turut berpartisipasi dalam Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) bersama Bupati Blitar Rijanto dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat (26/6/2026).

Puluhan pedagang yang sehari-hari berjualan di kawasan Alun-alun Kanigoro bergotong royong membersihkan lingkungan bersama pegawai dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan rutin yang digelar setiap Jumat tersebut kali ini dipusatkan di kawasan Kantor Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kanigoro, Ahmad, mengatakan keterlibatan para pedagang merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan yang nyaman bagi masyarakat.

"Sangat senang sekali bisa bersama-sama kerja bakti bersih-bersih ini. Pak Bupati juga turut hadir membersamai kita," ujar Ahmad.

Menurutnya, kebersihan kawasan Alun-alun Kanigoro menjadi faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang pada akhirnya berdampak pada aktivitas ekonomi para pedagang. Karena itu, pihaknya siap mendukung apabila Gerakan ASRI dilaksanakan secara berkala.

"Kalau diadakan rutin, seminggu atau dua minggu sekali kami siap," katanya.

Ahmad berharap sinergi antara pemerintah daerah dan para pedagang terus terjalin sehingga Alun-alun Kanigoro semakin bersih, tertata, dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi partisipasi para PKL dalam Gerakan ASRI. Menurutnya, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Selain mengajak menjaga kebersihan, Rijanto juga mengingatkan pentingnya penataan lapak agar kawasan terlihat lebih rapi dan menarik. Ia meminta pedagang tidak lagi menggantung kemasan minuman sachet secara memanjang seperti tirai karena dinilai mengurangi nilai estetika.

"Untuk minuman serbuk seperti kopi atau jenis lain dalam kemasan sachet, kalau bisa jangan direnteng seperti tirai. Agar terlihat lebih indah dan rapi. Boleh dijual, tetapi tidak perlu direnteng," ujarnya.

Rijanto juga mendorong para pedagang menghadirkan lebih banyak kuliner khas Blitar agar Alun-alun Kanigoro memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah.

"Kalau bisa nanti yang dijual juga ada makanan khas Blitar. Jadi kalau ada tamu dari luar kota langsung menuju Alun-alun Kankab," tuturnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan terus tumbuh, sekaligus memperkuat citra Alun-alun Kanigoro sebagai ruang publik yang bersih, tertata, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.

Kontributor : Erina Airin
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=