Gempa Pacitan M 5,6 Reda, KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional KA Normal
| guncangan gempa terasa di wilayah Blitar dan Tulungagung, namun tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian. Sementara di wilayah Kediri, Kertosono, dan Jombang. |
Sebagai langkah antisipasi, KAI sempat menghentikan sementara perjalanan kereta api melalui prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) guna melakukan pemeriksaan visual dan teknis pada rel, jembatan, serta terowongan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penghentian sementara dilakukan sesaat setelah guncangan gempa terdeteksi di wilayah Blitar dan Tulungagung.
"Petugas Unit Jalan dan Jembatan langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, seluruh lintas di wilayah Daop 7 dinyatakan aman dan laik operasi," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, guncangan gempa terasa di wilayah Blitar dan Tulungagung, namun tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian. Sementara di wilayah Kediri, Kertosono, dan Jombang, gempa tidak dirasakan dan kondisi lintas tetap aman.
Akibat penghentian sementara tersebut, empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan total andil keterlambatan mencapai 39 menit. Kereta yang terdampak yakni KA Jayakarta, Commuter Line Penataran, KA Malioboro, dan Commuter Line Dhoho.
"Kami memohon maaf atas keterlambatan yang dialami pelanggan. Langkah ini kami lakukan demi menjamin keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api," kata Tohari.
Saat ini, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun telah kembali beroperasi normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang berlaku.
KAI Daop 7 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mitigasi risiko bencana dan memastikan layanan transportasi kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


