width=

Penataan Kawasan Pusaka Gong Kyai Pradah, Pemkab Blitar Kembalikan Warna Pari Anom dan Emas

Pemerintah Kabupaten Blitar mulai melakukan pembenahan di kawasan Sanggar Mbah Pradah, Lodoyo, sebagai bagian dari penguatan tematik Lodoyo Kota Budaya.
BLITAR, BERITA KURNAL — Pemerintah Kabupaten Blitar mulai melakukan pembenahan di kawasan Sanggar Mbah Pradah, Lodoyo, sebagai bagian dari penguatan tematik Lodoyo Kota Budaya. Penataan difokuskan pada rehabilitasi bangunan sanggar yang menjadi tempat penyimpanan pusaka Gong Kyai Pradah, sekaligus penataan area jamasan dan alun-alun sekitar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zainal Fanani, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat identitas budaya kawasan Lodoyo.

“Rehabilitasi difokuskan di Sanggar Mbah Pradah sebagai tempat pusaka Gong Kyai Pradah. Selanjutnya juga dilakukan penataan di area alun-alun serta lokasi jamasan pusaka Kyai Pradah,” ujarnya.

Menurut Agus, pembenahan tidak hanya menyentuh aspek struktural bangunan, tetapi juga mengembalikan karakter visual seperti warna khas tempo dulu. Warna pari anom, kuning hijau, dan sentuhan emas kembali diaplikasikan untuk memperkuat nuansa historis.

“Betul, warna dikembalikan ke warna zaman lampau, seperti pari anom, kuning hijau, dan emas. Tujuannya agar kawasan ini benar-benar memiliki ciri khas dan menjadi ikon budaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penataan ini menjadi langkah konkret mewujudkan Lodoyo sebagai Kota Budaya yang tidak sekadar slogan, tetapi tercermin dalam wajah kawasan, arsitektur, hingga tata ruangnya.

Dengan revitalisasi tersebut, diharapkan Sanggar Mbah Pradah beserta area sekitarnya semakin representatif sebagai pusat kegiatan budaya dan tradisi masyarakat. Selain memperkuat identitas lokal, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Blitar.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=