Pasar Ngadiluwih Bangkit Usai Kebakaran, Desember Mulai Beroperasi 24 Jam
| Pasar Ngadiluwih beroperasi selama 24 jam dibagi dalam tiga giliran. Sore hingga malam untuk pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur, serta pagi hingga siang untuk pedagang los dan kios. |
KEDIRI, BERITA JURNAL – Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan Pasar Ngadiluwih beroperasi selama 24 jam setelah revitalisasi. Kebijakan ini diharapkan membuka peluang usaha bagi pedagang lama maupun pedagang baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, sosialisasi pengoperasian pasar mulai dilakukan kepada pedagang yang selama ini menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS).
Operasional pasar akan dibagi dalam tiga giliran. Sore hingga malam untuk pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur, serta pagi hingga siang untuk pedagang los dan kios.
“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya. Total pedagang, termasuk yang masuk daftar tunggu, ada 714 orang, sedangkan lapak yang tersedia 805, belum termasuk pelataran untuk lesehan,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Dhito, Kamis (15/10/2026).
Pasar tersebut juga dilengkapi area food court untuk menampung pedagang kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri. Pengoperasian selama 24 jam diharapkan meningkatkan aktivitas perdagangan, termasuk pada malam hari.
Pemkab Kediri juga merencanakan perbaikan area pedestrian di depan pasar pada 2027. Penataan ini bertujuan memusatkan aktivitas perdagangan di dalam pasar sehingga tidak ada lagi pedagang yang berjualan di depan bangunan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, revitalisasi pasar hampir rampung. Pekerjaan yang masih membutuhkan penyelesaian cukup besar adalah pemasangan fasad pada salah satu bagian los.
Pasar Ngadiluwih direvitalisasi pada 2025 setelah mengalami kebakaran besar. Pasar yang mengusung konsep tradisional, modern, dan berbudaya itu ditargetkan diresmikan pada November 2026.
Setelah sosialisasi, pengundian lapak dijadwalkan pada 27–30 Oktober 2026. Seluruh pedagang ditargetkan sudah menempati pasar baru dan mulai berjualan pada Desember 2026.
Pemkab Kediri juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari luar pasar untuk berjualan kuliner di area pelataran. Namun, pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar akan mendapat prioritas.
“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk berjualan kuliner ke sini,” kata Tutik.
Kontributor : Sukma Ayu
Editor : Tim Berita Jurnal


