width=

Dua Nelayan Lansia Hilang di Pacitan, Gelombang 2,5 Meter Hambat Pencarian SAR

Kondisi perairan yang tidak bersahabat membuat penyisiran laut tidak dapat dilanjutkan secara maksimal. Demi keselamatan personel, tim laut terpaksa kembali bersandar di TPI Tawang.
PACITAN, BERITA JURNAL – Upaya pencarian dua nelayan yang hilang di perairan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dihadang cuaca buruk. Gelombang laut setinggi 2,5 meter dan angin kencang memaksa tim SAR gabungan menghentikan sementara penyisiran di laut pada hari kedua pencarian, Rabu (14/10/2026).

Dua nelayan yang belum ditemukan itu adalah Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Keduanya dilaporkan hilang saat hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin (12/10) malam.

Kapal yang mereka gunakan ditemukan di sekitar Pantai Watu Murep, tidak jauh dari TPI Tawang. Namun, keberadaan kedua nelayan tersebut hingga kini masih menjadi misteri.

Kepala Tim Basarnas Trenggalek, Muhammad Jazuli Prasetyo, mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan personel untuk melakukan pencarian melalui jalur laut dan darat.

Namun, kondisi perairan yang tidak bersahabat membuat penyisiran laut tidak dapat dilanjutkan secara maksimal. Demi keselamatan personel, tim laut terpaksa kembali bersandar di TPI Tawang.

“Untuk laut kami hentikan sementara. Saat ini kami fokus pencarian di darat. Nanti kalau gelombang sudah normal, kami lanjutkan,” kata Jazuli.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Trenggalek, BPBD Kabupaten Pacitan, kepolisian, unsur TNI, serta nelayan setempat. Tim darat terus melakukan penyisiran, sementara petugas memantau perkembangan cuaca untuk menentukan waktu yang aman melanjutkan pencarian di laut.

Berdasarkan keterangan awal yang diterima tim SAR, Mislan dan Budianto diduga mengalami kesulitan menentukan jalur pelayaran saat berusaha kembali ke TPI Tawang. Kabut dan gelombang laut diduga turut memengaruhi kondisi pelayaran mereka.

Meski demikian, Jazuli menegaskan dugaan tersebut masih berdasarkan informasi awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab hilangnya kedua nelayan.

Hingga Rabu, nasib Mislan dan Budianto belum diketahui. Di tengah cuaca yang belum bersahabat, tim SAR gabungan terus berupaya menemukan keduanya sembari menunggu kondisi laut memungkinkan untuk kembali melakukan penyisiran.

Kontributor : Danur
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=