width=

Karhutla Trenggalek Tewaskan Dua Warga, 128,55 Hektare Hutan Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Trenggalek selama musim kemarau menewaskan dua warga dan menghanguskan 128,55 hektare kawasan hutan.
TRENGGALEK, BERITA JURNAL - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Trenggalek selama musim kemarau menewaskan dua warga dan menghanguskan 128,55 hektare kawasan hutan. Rentetan kejadian ini diduga dipicu kelalaian manusia, termasuk aktivitas pembakaran sampah dan daun kering yang merembet tak terkendali.

Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun serasah di area terbuka saat kondisi lingkungan kering.

Salah satu korban adalah Dulmungit, 83, warga Desa Gador, Kecamatan Durenan. Pada September 2026, korban diduga berupaya menyelamatkan tanaman kopi di tegalannya saat kebakaran terjadi. Namun, ia tak kunjung kembali hingga ditemukan meninggal dunia di tengah lahan yang terbakar.

Korban kedua, Tukiyah, 73, warga Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, meninggal saat kebakaran melanda kawasan Hutan Pemajekan, Senin (12/10/2026). Korban sebelumnya berangkat ke kebun cengkeh untuk membersihkan tumpukan daun kering sekitar pukul 07.00 WIB.

Pemeriksaan medis awal terhadap kedua korban tidak menemukan tanda kekerasan. Keduanya diduga meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen, yang diperkirakan dipicu asap tebal dan kobaran api.

Data Perum Perhutani KPH Kediri Selatan mencatat, hingga pertengahan Oktober 2026 terjadi 47 kali kebakaran di Trenggalek dengan total luas area terbakar mencapai 128,55 hektare. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp439,8 juta.

Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Budi Prihartono, menyebut 31 dari 47 kejadian kebakaran didominasi kawasan yang ditumbuhi tanaman pinus. Kandungan getah pada tanaman tersebut dinilai membuatnya lebih mudah terbakar.

Menurut Budi, pembakaran serasah yang tidak diawasi berpotensi memicu kebakaran lebih luas. Puntung rokok yang dibuang sembarangan serta pembakaran limbah pertanian juga dapat menjadi sumber api.

BPBD Trenggalek bersama Perhutani mengimbau masyarakat menghindari pembakaran sampah, daun kering, dan sisa tanaman selama musim kemarau. Warga diminta menggunakan cara yang lebih aman saat membersihkan kebun serta memastikan tidak ada bara api tersisa untuk mencegah kebakaran meluas dan jatuhnya korban jiwa.

Kontributor : Rina
Editor          : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=