Bidik 12 Kursi dan Hari Wuryanto Disiapkan, Golkar Mulai Berebut Kuasa 2029–2030
| Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan 12 kursi DPRD Kabupaten Madiun, dua kursi DPRD Jawa Timur, dan dua kursi DPR RI. Untuk Pilkada 2030, Golkar juga mulai mengunci nama Bupati Madiun Hari Wuryanto sebagai kandidat yang akan kembali didukung.(Foto- Kangliem) |
Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Ahad, 9 Agustus 2026, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan 12 kursi DPRD Kabupaten Madiun, dua kursi DPRD Jawa Timur, dan dua kursi DPR RI. Untuk Pilkada 2030, Golkar juga mulai mengunci nama Bupati Madiun Hari Wuryanto sebagai kandidat yang akan kembali didukung.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun Mashudi menyebut strategi itu sebagai upaya “mengawinkan” kekuatan legislatif dan eksekutif. Artinya, Golkar tidak hanya ingin menambah kursi di parlemen, tetapi juga mempertahankan kendali pemerintahan daerah.
“Karena mimpi kita adalah mengawinkan legislatif dan eksekutif. Artinya, dua-duanya berasal dari Partai Golkar,” kata Mashudi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah konsolidasi Golkar Madiun yang mulai dibangun sejak dini. Struktur partai diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, sementara kader disiapkan menghadapi pertarungan elektoral yang masih beberapa tahun lagi.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi meminta konsolidasi itu tidak berhenti sebagai kerja organisasi. Ia menginginkan seluruh kader bergerak dalam satu garis kampanye, dari calon DPR RI hingga DPRD Kabupaten Madiun.
“Kampanyenya coblos DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan DPRD Kabupaten Madiun dari Partai Golkar. Harus selaras,” ujar Ali.
Di tengah persiapan merebut kursi legislatif, Golkar Jawa Timur juga telah memberi sinyal politik untuk Pilkada Madiun 2030. Ali menyatakan dukungan penuh kepada Hari Wuryanto untuk kembali maju.
“Bagaimanapun Pilkada nanti, entah terbuka maupun tertutup, kami tetap memberikan dukungan penuh kepada senior kita Pak Hari Wuryanto,” kata Ali.
Dukungan itu membuat peta politik Golkar Madiun untuk 2030 mulai terlihat. Hari Wuryanto yang hadir dalam Rakerda menyatakan siap apabila kembali mendapat mandat partai.
“Itu kan perintah partai, kita tidak bisa menolak. Kita Partai Golkar harus tetap solid untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Madiun,” kata Hari.
Namun, target politik Golkar tersebut masih harus diuji oleh suara pemilih. Target 12 kursi DPRD Kabupaten Madiun, dua kursi DPRD Jawa Timur, dan dua kursi DPR RI merupakan proyeksi internal partai, bukan hasil yang sudah berada di tangan.
Karena itu, konsolidasi struktur menjadi pekerjaan pertama yang harus dibuktikan. Mashudi mengatakan penguatan mesin partai dan inovasi untuk menarik perhatian masyarakat akan menjadi strategi Golkar menuju Pemilu 2029.
“Golkar Madiun harus solid dan menang,” ujarnya.
Bagi Golkar, pertarungan 2029 dan 2030 pada akhirnya bukan dua agenda yang berdiri sendiri. Pemilu legislatif menjadi pintu untuk memperbesar kekuatan politik di parlemen, sementara Pilkada menjadi arena untuk mempertahankan kekuasaan di pemerintahan daerah.
Golkar kini telah menyebut target, menyiapkan struktur, dan menyatakan kandidat. Tinggal satu persoalan: apakah mesin politik yang mulai dipanaskan empat tahun sebelum Pilkada itu benar-benar mampu mengubah ambisi partai menjadi suara pemilih.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


