Cegah Korban Berulang, KAI Daop 7 Tutup Permanen Perlintasan Liar di Jalur Kras–Ngadiluwih
| PT KAI (Persero) Daop 7 menutup perlintasan liar di KM 172+5 petak jalan Kras–Ngadiluwih, Kabupaten Kediri pasca insiden tertempernya KA 406 Commuter Line Dhoho. |
Penutupan dilakukan oleh Unit Pengamanan (PAM) bersama Unit Jalan Rel (JR) 7.13 Kediri dengan memasang patok rel pada ruang milik jalur kereta api (Rumija) serta menutup akses menggunakan bantalan besi. Langkah ini bertujuan mensterilkan jalur kereta api sekaligus meningkatkan keselamatan operasional perjalanan kereta.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perlintasan liar merupakan salah satu titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar adalah langkah nyata untuk mencegah kecelakaan, menjaga sterilisasi jalur, serta memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan aman, lancar, dan tepat waktu," ujar Tohari.
Kegiatan penutupan tersebut mendapat dukungan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Satpel Kediri, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Koramil Kras, Polsek Kras, serta Pemerintah Desa Jambean.
Tohari menegaskan, KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan penertiban dan penutupan perlintasan liar sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko kecelakaan di wilayah operasionalnya. Masyarakat juga diimbau tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup maupun membuat akses perlintasan baru secara ilegal karena membahayakan keselamatan dan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, KAI mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diwajibkan berhenti, melihat ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di perlintasan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan," pungkas Tohari.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


