Ruwat Sengkolo Bumi Projo Nusantoro di Umbul Square, Sarat Nilai Pelestarian Budaya
MADIUN, BERITA JURNAL – Tradisi Suroan kembali digelar di kawasan Madiun Umbul Square (MUS), Kabupaten Madiun, melalui agenda tahunan bertajuk Ruwat Sengkolo Bumi Projo Nusantoro ing Bumi Umbul.
Kegiatan tersebut menjadi wujud pelestarian budaya Jawa yang melibatkan pengelola, komunitas budaya, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam momentum Muharram atau Bulan Suro itu diawali dengan prosesi ziarah religi dan pengambilan air suci di sejumlah makam leluhur di wilayah Madiun Raya sejak 18 Juni 2026.
Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari ritual tersebut antara lain makam Kanjeng Ronggo Djoemeno, Eyang Anom Besari Kuncen Sewulan, hingga kawasan Gunung Wukir.
Direktur Madiun Umbul Square, Agus Mahendra, mengatakan pelaksanaan tradisi tahun ini digelar lebih sederhana dibandingkan sebelum masa pandemi.
Meski demikian, nilai filosofis dan kesakralan seluruh rangkaian kegiatan tetap dipertahankan.
“Fokus kegiatan tahun ini memang lebih khidmat bersama teman-teman paguyuban kasepuhan dan warga sekitar,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Sebelum prosesi utama, kegiatan diawali dengan tasyakuran dan pagelaran seni tradisional berupa reog serta jaranan yang melibatkan Paguyuban Pelaku Seni Reog Madiun Raya.
Puncak acara berlangsung pada Minggu siang dengan prosesi penjamasan dan kirab lima pusaka yang selama ini menjadi bagian penting dalam tradisi Suroan di Madiun Umbul Square.
Lima pusaka yang dikirab tersebut meliputi Nogo Bodro, Tombak Kyai Bromo Geni, Tombak Kyai Jangkung Wulung, Kyai Betok Giring, dan Andong Pamomong.
Pangarso Para Hangesti Budaya Nusantara, Mbah Irsyad, menjelaskan bahwa selain penjamasan pusaka, kegiatan juga diisi dengan ritual ruwatan massal bagi masyarakat.
Menurutnya, ritual tersebut dimaknai sebagai ikhtiar membersihkan diri dari berbagai sengkolo atau kesulitan hidup, sekaligus memanjatkan doa keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.
“Selain jamasan, juga dilaksanakan ritual ruwatan massal bagi masyarakat guna membersihkan diri dari segala sengkolo atau kesusahan hidup,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan tradisi Suroan ini, Madiun Umbul Square berharap nilai-nilai budaya leluhur tetap terjaga dan dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa.
Kontributor : Kang Liem
Editor : Tim Berita Jurnal


