width=

Perbaikan Jalan Nasional Sepanjang 78 Kilometer Pacitan–Lorok Capai 55 Persen

Pekerjaan preservasi Jalan Nasional ruas Pacitan-Lorok hingga pertengahan Juni 2026 telah mencapai sekitar 55 persen dengan metode campuran aspal panas.
PACITAN, BERITA JURNAL – Proyek perbaikan Jalan Nasional ruas Pacitan–Lorok hingga perbatasan Kabupaten Trenggalek terus dikebut. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan preservasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat tersebut telah mencapai sekitar 55 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Alif Setyo Ismoyo, mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kualitas hasil perbaikan serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

“Progres pekerjaan saat ini sekitar 55 persen,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Program preservasi jalan nasional tersebut meliputi pemeliharaan rutin sepanjang 78 kilometer serta pekerjaan holding sepanjang 6,2 kilometer pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Dalam pelaksanaannya, kontraktor menggunakan metode Campuran Aspal Panas (CAP) yang dinilai mampu menghasilkan permukaan jalan lebih stabil dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan dalam jangka panjang.

Untuk mengurangi dampak terhadap lalu lintas, pekerjaan pengaspalan sebagian besar dilakukan pada malam hari. Langkah ini diambil agar mobilitas kendaraan dan aktivitas masyarakat pada siang hari tetap berjalan lancar.

Ruas Pacitan–Lorok merupakan salah satu jalur nasional strategis yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Trenggalek serta kawasan selatan Jawa Timur lainnya. Selain menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas warga, ruas ini juga mendukung akses menuju berbagai destinasi wisata di pesisir selatan.

Perbaikan jalan tersebut sekaligus menjadi respons atas keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di kawasan Dusun Pakis, Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung. Sebelumnya, warga sempat melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.

Aksi tersebut sempat menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial, sehingga mendorong percepatan penanganan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Kontributor : Danur
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=