Pemadaman Bergilir di Blitar Dikeluhkan Warga, PLN Sebut Akibat Gangguan Pasokan Daya
| Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman listik juga berdampak pada operasional usaha dan menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan peralatan elektronik. |
Salah seorang warga Blitar, Hija, mengaku kini harus lebih waspada setiap kali terjadi pemadaman listrik. Ia memilih mencabut seluruh stop kontak peralatan elektronik di rumah untuk menghindari risiko kerusakan akibat lonjakan arus saat listrik kembali menyala.
Menurutnya, frekuensi pemadaman yang cukup sering membuat masyarakat harus ekstra hati-hati menjaga peralatan elektronik rumah tangga.
"Mati terus, ya bisa merusak peralatan elektronik. Jadi harus telaten mencabut stop kontak supaya tidak rusak. Padamnya bisa sampai tiga jam," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Marlan, seorang pelaku usaha di Blitar. Ia mengaku aktivitas usahanya kerap terganggu akibat pemadaman yang berlangsung berjam-jam.
Sebagian besar peralatan yang digunakan dalam usahanya bergantung pada pasokan listrik sehingga pekerjaan dan pelayanan kepada pelanggan terpaksa terhenti saat terjadi pemadaman.
"Kalau pemberitahuannya hanya beberapa menit sebelum padam, kami tidak punya cukup waktu untuk melakukan persiapan. Padahal usaha kami sangat bergantung pada listrik," katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blitar, Bayu Arif Ismawan, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat kendala teknis operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan daya dalam sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Menurut Bayu, PLN saat ini terus melakukan berbagai upaya optimalisasi operasi sistem dan penanganan teknis guna mempercepat pemulihan kemampuan pasok pembangkit listrik.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukan merupakan blackout sebagaimana informasi yang sempat beredar di masyarakat.
"Situasi yang saat ini berlangsung merupakan bagian dari pengelolaan sistem kelistrikan yang dilakukan secara terukur dan terkendali untuk menjaga keamanan sistem, menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan daya, serta mencegah dampak yang lebih luas," jelasnya.
Bayu menambahkan, PLN memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat pemadaman bergilir tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
Pemadaman bergilir, lanjutnya, akan dilakukan hingga kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik dapat dikendalikan.
"PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga," pungkasnya.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


