Wabup Blitar Mas Beky Ajak PDHI Perkuat Pendampingan Peternak Hadapi Tantangan Sektor Peternakan
| Peran dokter hewan juga sangat penting dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan asal hewan. Hal ini mencakup pengawasan kesehatan ternak, pengendalian penyakit, hingga pengawasan penggunaan antibiotik agar tidak menimbulkan residu yang berdampak pada kesehatan masyarakat. |
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah atau yang akrab disapa Mas Beky, menegaskan pentingnya peran aktif dokter hewan dalam mendampingi peternak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor peternakan saat ini.
Menurutnya, tantangan tersebut meliputi ancaman penyakit hewan menular, fluktuasi harga pakan, perubahan iklim, hingga tuntutan peningkatan kualitas dan daya saing produk peternakan. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, khususnya melalui penguatan pendampingan di tingkat lapangan.
“Dokter hewan tidak hanya berperan dalam pengobatan, tetapi juga harus mengedepankan upaya pencegahan. Ini penting agar produksi tetap stabil dan kesejahteraan peternak bisa meningkat,” ujarnya.
Kabupaten Blitar sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi peternakan yang besar. Berdasarkan data tahun 2025, populasi ternak di wilayah ini meliputi sapi potong 142.138 ekor, sapi perah 21.803 ekor, kambing 386.607 ekor, domba 19.655 ekor, ayam petelur mencapai 29,6 juta ekor, serta ayam pedaging 8,4 juta ekor. Blitar juga menjadi salah satu penyangga utama produksi telur nasional.
Mas Beky menambahkan, peran dokter hewan juga sangat penting dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan asal hewan. Hal ini mencakup pengawasan kesehatan ternak, pengendalian penyakit, hingga pengawasan penggunaan antibiotik agar tidak menimbulkan residu yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PDHI Cabang Jawa Timur VIII, Riris Dian Wiwahyu, menyampaikan bahwa pihaknya siap memperkuat pendampingan kepada peternak, khususnya di sektor perunggasan yang menjadi tulang punggung produksi telur di Kabupaten Blitar.
Ia menegaskan, tren pelayanan kedokteran hewan saat ini lebih menitikberatkan pada pencegahan penyakit sejak di tingkat kandang. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Selain itu, PDHI juga terus mendorong pengendalian penggunaan antibiotik secara bijak serta memperkuat edukasi kepada peternak terkait praktik budidaya yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara PDHI, pemerintah daerah, dan para peternak, diharapkan sektor peternakan di Kabupaten Blitar mampu berkembang lebih maju, adaptif terhadap tantangan, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


