width=

Nggravel 2026 Kabupaten Blitar Kembali Digelar, Ratusan Peserta Tempuh Rute Menantang dan Pemandangan Eksotis

360 peserta dari 12 provinsi tercatat mengikuti ajang ini. Tidak hanya dari wilayah Jawa, peserta juga datang dari luar pulau seperti Sumatera dan Kalimantan, menandakan daya tarik Nggravel Blitar.
BLITAR, BERITA JURNAL — Ratusan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan Event sepeda tahunan Nggravel Blitar 2026 kembali digelar Pemkab Blitar, Minggu (19/4/2026).

Sebanyak 360 peserta dari 12 provinsi tercatat mengikuti ajang ini. Tidak hanya dari wilayah Jawa, peserta juga datang dari luar pulau seperti Sumatera dan Kalimantan, menandakan daya tarik Nggravel Blitar.

Bupati Blitar, Rijanto, secara langsung melepas peserta di titik start yang berada di kawasan Kantor Kabupaten Blitar, Kanigoro, Jawa Timur. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi olahraga tetapi juga dalam memperkenalkan potensi daerah.

Menurut bupati, jalur yang dilalui peserta dirancang melewati sejumlah kawasan dengan lanskap khas Blitar, mulai dari pedesaan hingga titik-titik wisata yang menyuguhkan panorama alam.

“Lewat event ini, peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati langsung keindahan wilayah Blitar yang beragam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Ia menyebutkan peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Nggravel Blitar mulai mendapatkan tempat di kalangan pecinta sepeda, khususnya penggemar jalur gravel yang memadukan unsur tantangan dan eksplorasi.

“Tahun ini pesertanya bertambah cukup drastis. Ini menunjukkan minat terhadap event ini semakin besar dan semakin luas di kenal di kalangan komunitas sepeda nasional," kata Anindya Putra Robertus.

Anindya menjelaskan, Nggravel Blitar 2026 terbagi dalam dua kategori utama, yakni kelas race sejauh 100 kilometer yang diikuti 100 peserta, serta kelas non-kompetitif sejauh 80 kilometer dengan 260 peserta.

"Pada kategori non-kompetitif, peserta dibagi lagi berdasarkan jenis sepeda, yakni MTB dan roadbike," jelasnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, rute tahun ini dimulai dari Kanigoro dan berakhir di kawasan Candi Penataran. Pemilihan titik finish tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan destinasi bersejarah kepada para peserta.

Anindya menambahkan, karakter jalur di Blitar yang variatif menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesepeda. Medan gravel yang menantang dipadukan dengan pemandangan alam yang masih asri memberikan pengalaman berbeda.

Dengan meningkatnya jumlah peserta serta jangkauan wilayah yang semakin luas, Nggravel Blitar diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda sport tourism unggulan yang berdampak pada promosi daerah dan pergerakan ekonomi lokal.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=