width=

5.864 Hektare Lahan Pertanian Potensi Kekeringan, Pemkab Blitar Usulkan Tambahan Jaringan Irigasi

Pemkab Blitar, Jawa Timur mengajukan usulan tambahan jaringan irigasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam sebagai upaya pemerintah daerah mengantisipasi kemarau panjang.
JAKARTA, BERITA JURNAL — Sebanyak 5.864 hektare lahan pertanian di Kabupaten Blitar dipetakan berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau panjang tahun 2026.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Blitar karena berisiko menurunkan produktivitas pertanian hingga memicu gagal panen.

Hal tersebut disampaikan Bupati Blitar, Jawa Timur saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diikuti seluruh bupati dan wali kota, Senin (20/04/2026) di Kantor Pusat Kementrian Pertanian, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Bupati Rijanto mengajukan usulan tambahan jaringan irigasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam sebagai upaya pemerintah daerah mengantisipasi kemarau panjang.

“Usulan sudah kita sampaikan dan direspons positif. Saat ini sudah di-ACC dan masuk tahap verifikasi, baik itu pompa, embung, maupun perpipaan irigasi yang sangat bermanfaat untuk pertanian,” ujarnya.

Menurut Bupati, langkah ini penting karena alokasi program irigasi yang telah berjalan saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah rawan kekeringan.

"Pada tahun 2026, Kabupaten Blitar mendapatkan alokasi irigasi perpompaan sebanyak 38 titik yang kini dalam proses pembangunan," kata Rijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menegaskan bahwa angka 5.864 hektare tersebut merupakan hasil pemetaan wilayah yang diprediksi rawan kekeringan pada lahan pertanian.

“Pemetaan ini kami lakukan berdasarkan kondisi jaringan irigasi, ketersediaan sumber air, serta riwayat kekeringan di lapangan, sehingga menjadi dasar dalam menyusun usulan ke pemerintah pusat,” jelas Setiyana.

Ia menambahkan, tambahan usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus sebagai langkah strategis mendukung swasembada pangan.

“Kami mengusulkan tambahan irigasi perpompaan sebanyak 80 titik, perpipaan 22 titik, embung 4 titik, serta 10 dam parit atau long storage, termasuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier sepanjang 42.305 meter," terangnya.

Rakornas Kementerian Pertanian kali ini juga difokuskan pada langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan ekstrem tahun 2026 yang diprediksi oleh BMKG. Usulan tambahan tersebut guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=