Pemdes Suluk, Kabupaten Madiun Salurkan BLT DD Tahap Pertama, Penerima Berkurang Drastis
| Masing - masing KPM menari uang tunai sebesar Rp900 ribu. Dengan rincian penerimaan selama tiga bulan terhitung mulai bulan Januari, Februari, dan Maret. |
Sekretaris Desa (Sekdes) Suluk, Agus Suswanto mengtakan bahwa penyaluran BLT DD tahap pertama terhitung selama tiga bulan sejak bulan Januari, Februari, dan Maret telah disalurkan ke Kaluarga Penerim Manfaat (KPM).
"Untuk tahun ini penyaluran BLT DD selama tiga bulan kepada enam KPM yang tersebar di beberapa Dusun," ujar Agus Suswanto.
Agus, menjelaskan penyaluran BLT DD kepada enam KPM sesuai dengan penetapan keputusan Kepala Desa Suluk Nomor 36 Tahun 2025 Tentang Keluarga Penerima Manfaat Desa Suluk Tahun 2026.
Menurut Sekdes Suluk, pada tahun 2026 Keluarga Penerima Manfaat mengalami penurunan drastis dari tahun 2025 yang mencapai jumlah 28 KPM. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi keuangan karena efisiensi.
"Karena hal tersebut untuk KPM tahun ini benar - benar harus tepat sasaran, dengan kriteria yakni, keluarga miskin ekstrem, kehilangan mata pencaharian, memiliki anggota keluarga rentan sakit menahun atau kronis, difabel, lanjut usia, dan ODGJ," jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa data Keluarga Penerima Manfaat BLT DD pada setiap penerimaan dapat berubah atau berganti. Misalnya KPM awal meninggal bisa diganti atau dialihkan ke warga lain dengan ketentuan melanjutkan sisa KPM pertama.
"Jadi KPM selanjutnya menerima sisa dari penerima pertama. Itupun tergantung dari musyawarah, bahkan kalau memang mungkin dapat diganti ke KPM lain tentunya dengan hasil musyawarah mufakat," ungkap Agus Suswanto.
Lebih lanjut Sekdes mengatakan, penyaluran BLT DD tahap pertama ini dilakukan dengan sistem jemput bola atau door to door oleh masing - masing Kepala Dusun (Kasun). Pasalnya, seluruh KPM merupakan warga Lansia (Lanjut Usia) yang tidak mungkin hadir di kantor desa.
"Masing - masing KPM menari uang tunai sebesar Rp900 ribu. Dengan rincian penerimaan selama tiga bulan terhitung mulai bulan Januari, Februari, dan Maret," kaya Sekdes.
Dia berharap, walaupun tahun ini karena mungkin ada efisiensi, semoga desa tetap dapat menganggarkan BLT untuk membantu warga yang benar - benar membutuhkan.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal



