width=

Pastikan Keselamatan Mudik, BNN Kabupaten Blitar Lakukan Tes Urine Sopir dan Kru Angkutan Umum

Selain pemeriksaan kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar melakukan tes urine terhadap sopir dan kru bus sebagai langkah pencegahan penggunaan obat - obatan terlarang saat mengemudi.
BLITAR, BERITA JURNAL — Sopir dan kru bus di Terminal Kesamben, Kabupat Blitar, Jawa Timur menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (16/3/2026), untuk memastikan keselamatan perjalanan angkutan umum menjelang arus mudik lebaran.

Selain pemeriksaan kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar melakukan tes urine terhadap sopir dan kru bus sebagai langkah pencegahan penggunaan obat - obatan terlarang saat mengemudi.

Kepala BNN Kabupaten Blitar, Wahjudi Santoso mengatakan tes urine dilakukan secara acak terhadap 10 sopir dan awak bus. Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB dan seluruh hasilnya dinyatakan negatif dari narkoba.

“Tes urine kami lakukan secara acak kepada 10 sopir dan kru bus, hasilnya semuanya negatif,” ujarnya.

Wahjudi menjelaskan, pemeriksaan ini merupakan langkah pencegahan dini guna meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat dipicu oleh pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkotika.

Namun jumlah sopir yang diperiksa tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya bisa melakukan tes terhadap sekitar 15 orang, kali ini hanya 10 orang yang diperiksa karena keterbatasan alat tes yang diterima dari Dinas Kesehatan.

Selain di Terminal Kesamben, BNN juga berencana melakukan pemeriksaan serupa di titik lain, salah satunya di Terminal Patria Kota Blitar yang menjadi lokasi berkumpulnya sopir dan awak angkutan.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pengemudi positif menggunakan narkoba, BNN akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui sumber penggunaan dan tingkat ketergantungan sebelum diarahkan ke proses rehabilitasi.

Dalam kegiatan yang sama, petugas Dinas Perhubungan juga melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap kendaraan angkutan umum. 

Sementara itu, Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung, Saikudin mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap enam kendaraan yang terdiri dari lima bus dan satu kendaraan elf.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kendaraan dalam kondisi baik dan layak beroperasi,” ujarnya.

Ramp check meliputi pemeriksaan dokumen kendaraan serta fungsi keselamatan seperti sistem pengereman dan perlengkapan kendaraan. Jika ditemukan kendaraan tidak layak jalan atau dokumen tidak lengkap, petugas akan langsung melakukan penindakan.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=