Semprot 1 Hektar Cukup 15 Menit, Wabup Beky Perkuat Drone Pertanian untuk Swasembada Pangan
| “Penyemprotan tanaman 1 hektar dengan drone hanya butuh sekitar 15 menit. Kalau dilakukan secara manual bisa menghabiskan waktu 4 sampai 6 jam. Ini jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Wabup Beky. |
Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menyampaikan bahwa bantuan drone pertanian ini menjadi terobosan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi usaha tani. Menurutnya, teknologi drone mampu mempercepat pekerjaan petani, terutama pada proses penyemprotan tanaman.
“Penyemprotan tanaman 1 hektar dengan drone hanya butuh sekitar 15 menit. Kalau dilakukan secara manual bisa menghabiskan waktu 4 sampai 6 jam. Ini jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Wabup Beky.
Ia menambahkan, pemanfaatan drone pertanian juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan dukungan alat modern, bertani tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan berat, melainkan aktivitas yang lebih praktis, menarik, dan mengikuti perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Beky berpesan agar bantuan drone pertanian yang diberikan dapat dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung usaha tani masyarakat.
“Saya minta drone ini dirawat dengan baik dan digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung usaha tani, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menambahkan, penyerahan bantuan drone pertanian ini dilakukan kepada Kelompok Tani Budi Luhur, Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi pertanian modern di tingkat lapangan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
“Untuk sementara satu dulu. Nanti kalau drone ini dipakai untuk usaha tani dan efektif bagi kelompok tani, akan kita usulkan lagi ke pusat,” jelas Setiyana.
Melalui dukungan bantuan drone pertanian dan pelatihan pilot ini, Pemkab Blitar optimistis modernisasi pertanian akan semakin cepat diterapkan, efisiensi kerja petani meningkat, serta langkah menuju swasembada pangan dapat semakin kuat dan berkelanjutan.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



