width=

Ruas JLS Serang–Sumbersih Rampung, Siap Dilalui Februari 2026

Panjang jalannya sudah tuntas semua. Tinggal finishing, seperti pemasangan marka jalan di sisi tepi. Setelah itu bisa 100 persen selesai.
BLITAR, BERITA JURNAL — Ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) Serang – Sumbersih di Kabupaten Blitar segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan ruas yang masuk dalam paket Lot 3 tersebut kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan tuntas 100 persen pada 16 Februari 2026.

Bupati Blitar Rijanto menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan JLS yang dinilai berjalan cepat dan hasilnya memuaskan. Menurutnya, ruas Serang–Sumbersih pada dasarnya sudah selesai dan hanya menyisakan pemeliharaan serta penyempurnaan akhir.

“Progresnya begitu cepat dan hasilnya sangat bagus sekali. Terutama tadi saya mulai dari Serang ke Sumbersih ini sudah selesai tinggal pemeliharaan-pemeliharaan,” kata Rijanto, saat meninjau langsung JLS pada Selasa, (20/1/2026).

Rijanto menegaskan keberadaan JLS menjadi jalur strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Blitar Selatan. Ia menyebut potensi wilayah selatan sangat besar, mulai dari wisata pantai, pertanian tanaman pangan, perkebunan, komoditas tebu, hingga potensi lainnya yang dapat berkembang seiring peningkatan aksesibilitas.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan JLS akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah pusat direncanakan mulai mengerjakan Lot 3A sepanjang 7,5 kilometer sekitar Juni 2026.

“Insyaallah sekitar Juni 2026 nanti dimulai lagi untuk Lot 3A. Harapannya, pembangunan JLS ini bisa terus berjalan lancar sampai tembus Malang di timur dan Tulungagung–Trenggalek di barat,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 JLS Leo Aditya Mahardika menjelaskan progres pembangunan ruas Serang–Sumbersih saat ini mencapai 97 persen. Ia memastikan secara fisik jalan sepanjang 4,375 kilometer sudah tersambung seluruhnya dan tinggal tahap finishing.

“Panjang jalannya sudah tuntas semua. Tinggal finishing, seperti pemasangan marka jalan di sisi tepi. Setelah itu bisa 100 persen selesai,” ujar Leo.

Leo menambahkan, ruas Serang–Sumbersih baru bisa dilewati masyarakat setelah pekerjaan dinyatakan rampung pada pertengahan Februari 2026. Jalur tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk mobilitas, termasuk akses menuju kawasan wisata seperti Pantai Peh Pulo.

“Setelah 16 Februari 2026, jalur ini sudah bisa digunakan warga, termasuk untuk menuju kawasan wisata seperti Pantai Peh Pulo,” imbuhnya.

Namun demikian, kelanjutan pembangunan JLS menuju trase berikutnya masih terkendala ketersediaan lahan. Leo menyebut, untuk melanjutkan pembangunan ke arah Sumbersih–Ringinrejo dibutuhkan lebar lahan sekitar 35 meter, sementara lahan yang tersedia saat ini baru sekitar 24 meter. Jika lahan tersedia, pembangunan dapat dilanjutkan sepanjang sekitar 13,5 kilometer.

Diketahui, total panjang JLS yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar mencapai sekitar 62 kilometer. Hingga kini, sekitar dua pertiga ruas telah selesai dibangun dan melewati sejumlah pantai di pesisir selatan Blitar.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=