width=

Los Baru Jalan Tembus Selesai, 164 Pedagang Direlokasi

"Relokasi menjadi solusi konkret bagi pedagang yang selama ini berjualan di area terbuka dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat beraktivitas perniagaan.
MAGETAN, BERITA JURNAL - Rencana pemindahan 164 pedagang pelataran Pasar Sayur Magetan ke los baru jalan tembus Pasar Baru terus di godok Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, mengatakan bahwa relokasi merupakan langkah strategis Pemkab Magetan memberikan rasa nyaman ke pedagang sekaligus penataan kawasan pasar lebih tertib dan representatif.

"Relokasi menjadi solusi konkret bagi pedagang yang selama ini berjualan di area terbuka dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat beraktivitas perniagaan," kata Kabid Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, selama ini mereka berjualan dalam kondisi kepanasan, becek, tanpa penerangan, dan kini telah disiapkan los yang lebih representatif dan layak untuk bertransaksi jual beli.

Kiki menjelaskan, fasilitas baru tersebut dirancang dengan spesifikasi panjang bangunan sekitar 47 meter dan lebar 8 meter. Dan telah dipetakan secara mendetail dengan batas lapak yang jelas untuk menampung pedagang yang terdata.

Sebelum pemindahan, terang Kiki lebih lanjut, pihak dinas terus berkoordinasi intensif dengan paguyuban pedagang pelataran hingga pedagang etek agar transisi berjalan mulus dan mengedepankan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Yang paling penting, perpindahan ini bisa berjalan lancar dan omzet pedagang tidak menurun,” terang Kiki.

Pihak dinas mengakui adanya sedikit hambatan komunikasi pada tahap awal sosialisasi karena hanya mengundang sebagian kecil perwakilan pedagang, sehingga informasi belum terserap merata.

"Dari total sekitar 150 pedagang yang terdampak, baru 40 orang yang hadir dalam pertemuan pertama. Informasi tidak sepenuhnya sampai ke pedagang lain, sehingga muncul sejumlah tuntutan dan kekhawatiran,” jelasnya.

"Salah satu poin utama yang menjadi keresahan pedagang adalah potensi munculnya pedagang baru yang menempati lokasi lama setelah relokasi selesai," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Disperindag memberikan jaminan bahwa area pelataran yang lama akan segera disterilkan secara permanen. Setelah relokasi, dipastikan tidak ada aktivitas jual beli dan tidak akan dipakai untuk berjualan lagi.

"Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kecemburuan sosial serta menjaga kebersihan lingkungan pasar yang telah ditata," tegasnya.

Sementara terkait usulan pedagang mengenai penambahan akses masuk dari arah selatan, Kiki menyatakan bahwa masukan tersebut telah masuk dalam catatan dinas, dan akan dipertimbangkan secara bertahap pada masa mendatang.

Ke depan, pihak dinas akan menggandeng komisi DPRD untuk mengawal proses sosialisasi kepada seluruh elemen pedagang, termasuk Paguyuban Etek Lawu, untuk memperkuat kepercayaan pedagang terhadap program penataan pasar yang sedang berjalan.

Relokasi ini ditargetkan selesai secepatnya agar sarana yang telah dibangun dengan anggaran negara dapat segera memberikan manfaat ekonomi. Percepatan ini juga menjadi bagian dari persiapan sebelum tahapan besar pembangunan fisik pasar sayur Magetan resmi dimulai.

“Kami ingin pedagang pelataran sudah memiliki tempat sebelum tahapan besar pembangunan pasar sayur dimulai,” pungkas Kiki.

Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=