width=

Jadi Langganan Banjir, Petani di Jombang Terancam Gagal Panen

Dari hasil pantauan di lokasi, genangan air dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, sehingga memunculkan kekhawatiran ancaman gagal panen.
BERITA JURNAL, JOMBANG - Cuaca ekstrem di sertai hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan kali Marmoyo dan mengakibatkan. Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang dilaporkan terendam banjir.

Dari hasil pantauan di lokasi, genangan air dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, sehingga memunculkan kekhawatiran ancaman gagal panen.

"Kalau begini terus dapat merusak tanama padi mas. Resikonya bisa di pastikan panen gagal," ujar Sardi, salah satu petani yang sawahnya terdampak banjir.

Sardi menyebutkan, saat kejadian usia tanam rata - rata baru satu bulan. Jika dalam bertahan hingga enam atau tujuh hari bisa dipastikan beresiko menghambat pertumbuhan atau merusak tanaman padi.

“Sampai sekarang belum surut. Ya sudah pasti banyak yang merugi,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia mengatakan, banjir kali ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya, dimana sebelumnya petani sudah melakukan sulam padi (tanam ulang) karena juga terdampak banjir yang terjadi sebelumnya.

Sardi mengaku, lahan pertanian di Desa Gedongombo, merupakan dataran rendah dan menjadi langganan banjir saat hujan deras dan sudah pasti ancaman gagal panen.

Sementara itu, Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, menyampaikan, sedikitnya 100 hektare sawah terdampak banjir, tersebar di lima dusun, yakni Balong, Gedong, Kalianyar, Sukoanyar, dan Kalimati.

Kades menegaskan, banjir akibat luapan Kali Marmoyo merupakan persoalan yang berulang setiap musim hujan yang kerap merugikan petani dan mengancam permukiman warga.

“Semoga segera ada normalisasi tindak lanjut terkait normalisasi sungai, agar genangan cepat surut saat hujan. Karena dampaknya bukan hanya ke lahan pertanian, tapi juga ke permukiman,” pungkasnya.

Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=